Dewi Sabita Slamet
Kelompok Program Penelitian Eksplorasi Potensi Gizi, Puslitbang Gizi, Bogor

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KOMPOSISI ZAT GIZI MAKANAN SIAP SANTAP ASAL BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA: BAGIAN II Dewi Sabita Slamet; Komari Komari; Ubaidillah Ubaidillah
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 12 (1989)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2007.

Abstract

Telah dianalisis komposisi zat gizi makanan siap santap yang terdiri dari berbagai macam ayam goreng bagian dada, paha dan sayap dari produk/resep luar negeri (Church Texas, Kentucky dan Pioneer), dan produk/resep dalam negeri (Kalasan, Mbok Berek, Pasundan dan Sukabumi). Makanan siap santap lainnya yang dianalisis komposisi zat gizinya adalah masakan/resep khas didaerah dan telah dikenal di berbagai tempat di Indonesia (abon daging, rendang daging, bandeng presto, gurame asam manis, lele pencok, ikan mas pepes, ikan mujair acar kuning dan teri blado). Bahan yang diteliti diperoleh/dibeli di tempat-tempat yang khusus menjual makanan tersebut atau restoran-restoran. Analisis meliputi prosumate, mineral dan vitamin. Hasil analisis komposisi zat gizi berbagai ayam goreng menunjukkan bahwa kadar protein ayam goreng (bagian dada, paha dan sayap produk luar dan dalam negeri tidak jauh berbeda, antara 31.04% - 39.22%; kadar lemak antara 9.02- 20.64%,ยท zat besi antara 3.0-7.5 mg% dan niasin antara 4.7 -10 mg%. Abon daging yang dibeli dari pasar tinggi kadar serat kasamya, mungkin karena ditambahkan bahan lain. Kandungan zat besi rendang cukup tinggi, mungkin karena kontaminasi dari alat masak. Karotin total yang terdapat dalam rendang, gurame asam manis, mujair acar kuning agaknya berasal dari bumbu yang ditambahkan sementara kadar karotin total lele pencok berasal dari ikan itu sendiri. Kadar kalsium bandeng presto, ikan mas pepes dan teri blado cukup tinggi bila seluruh bagian ikan tersebut dimakan.
KANDUNGAN ASAM FITAT DAN TANIN DALAM KACANG-KACANGAN YANG DIBUAT TEMPE Almasyhuri Almasyhuri; Heru Yuniati; Dewi Sabita Slamet
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 13 (1990)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1965.

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh perebusan dan perendaman serta fermentasi kacang-kacangan terhadap kandungan asam fitat dan tanin. Kacang-kacangan yang diteliti sebanyak delapan macam, yaitu kacang kedelai, kacang gude, kecipir, koro benguk, kacang merah, kacang tolo, koro wedus dan lamtoro gung. Penentuan asam fitat dilakukan dengan cara tidak langsung, dimana asam fitat diubah menjadi feri-fitat, kemudian kadar besinya ditetapkan dengan spektrofotometri. Sedangkan kadar tanin ditetapkan dengan metoda Folin-Denis. Diperoleh hasil bahwa perebusan dan perendaman pada proses pembuatan tempe dapat menurunkan asam fitat dan tanin, tetapi tidak sampai menghilangkannya. Sementara fermentasi dapat menyebabkan penurunan asam fitat, namun sebaliknya meningkatkan kandungan tanin.
KOMPOSISI ZAT GIZI MAKANAN SIAP SANTAP BERBAGAI HIDANGAN NASI/MIE LENGKAP DAN PENGANAN KHAS INDONESIA Dewi Sabita Slamet
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 13 (1990)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1967.

Abstract

Pada tahun anggaran 1989/1990 telah diteliti komposisi zat gizi 14 masakan (mie, dll) dan 10 makanan penganan (jajanan). Kandungan zat gizi jenis-jenis masakan berkisar antara 60-291 Kal dengan protein berkisar antara 0.85-15.6 g. Kandungan kalori jenis-jenis penganan berkisar antara 93-310 Kal, dan kandungan protein jenis penganan ini berkisar antara 0.70-8.0 g.