Vitayatul Mukarromah
Universitas Al Falah As sunniyyah Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembangunan Ekonomi Islam Rusmini Rusmini; Ahnaf Maulana; Vitayatul Mukarromah; Yusro Nafisa
Lan Tabur: JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol. 4 No. 2 (2023): Maret
Publisher : LAN TABUR: Jurnal Ekonomi Syariah The Islamic University of KH. Achmad Muzakki Syah Jember, East Java. Jember Jln. Manggar Gebang Poreng 139A Patrang Jember Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/lantabur.2023.4.2.332-340

Abstract

Seiring dengan perkembangan di era globalisasi ini, menjadi harapan setiap individu untuk menatap masa depan yang cerah dengan kondisi kehidupan manusia yang beragam dengan memenuhi berbagai kebutuhan yang ada, Islam hadir menawarkan konsep dalam menumbuhkembangkan ekonomi umat sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan sosial secara menyeluruh. Konsep ini tidak hanya berlaku untuk umat Islam, tetapi juga untuk semua individu di muka bumi ini karena sejalan dengan definisi Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin, yang berarti Rahmat bagi seluruh alam. Kemunculan ekonomi Islam bertujuan untuk membangun kerangka ekonomi yang berlandaskan pada sumber-sumber agama sehingga terbentuk tatanan ekonomi negara yang berlandaskan keadilan sekaligus kesetaraan untuk lahirnya masyarakat yang beradab di bawah lindungan Allah SWT. Setiap aktivitas manusia dalam Islam memiliki prinsip dengan ukuran nilai pahala dan dosanya. Segala sesuatu yang dilakukan manusia dan memiliki nilai ibadah akan mendapatkan pahala, dan segala sesuatu yang mengandung nilai mudharat atau merugikan salah satu pihak akan bernilai dosa di mata penciptanya. Dalam pembentukan kehidupan dan kualitas karakter manusia, Islam mendasarkan pembangunan ekonomi pada pembentukan setiap individu yang diarahkan kepada Tuhan sebagai pengendali setiap tindakan manusia dalam mu'amalah seharihari. masyarakat yang mengutamakan perubahan ekonomi hanya dengan hal-hal yang bersifat spiritual, masih menyimpang dari hukum Tuhan, setiap pelaku ekonomi dan pemerintah berperan penting dalam menciptakan kesejahteraan di setiap lapisan masyarakat.