Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Menggunakan Buku Saku Pengendalian Hipertensi Terhadap Kepatuhan Pasien Dalam Minum Obat Hipertensi Di Puskesmas Pembantu Tegalrandu Klakah Ali Riono; Marfuah Marfuah; Erna Handayani; Rizka Yunita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.461

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan tinggi dari pasien untuk mencegah komplikasi. Namun, tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat antihipertensi masih tergolong rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan adalah melalui edukasi kesehatan dengan media buku saku. Penelitian ini menggunakan pre-experimental design dengan pendekatan pre-test and post-test one group design. Dengan menggunakan uji Wilcoxon, besar sampel yaitu 50 pasien hipertensi di Puskesmas Pembantu Tegalrandu yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Intervensi ini dilakukan selama 10 hari dengan 2 kali observasi dengan durasi 4 hari intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, hampir seluruh responden (80%) memiliki tingkat kepatuhan rendah. Setelah intervensi, sebagian besar responden (56%) berada pada kategori kepatuhan sedang. Dan (16%) berada pada kategori kepatuhan tinggi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -5,667 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah edukasi. Peneliti menyimpulkan bahwa edukasi menggunakan buku saku efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien dalam minum obat hipertensi. Hasil ini sejalan dengan teori bahwa media edukatif yang mudah diakses dan dipahami dapat mempengaruhi perilaku kesehatan pasien secara positif.
Pemberdayaan Santri Melalui Pojok Konseling Dalam Pencegahan Bullying Di Pondok Pesantren Iin Aini Isnawati; Rizka Yunita
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 : Mei (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. Adolescence starts from the age of 11 – 20 years and is divided into 3 phases, namely: Early phase (11-14 years), Middle phase (15-17 years) and late adolescent phase (18-20 years). Some teenagers show their identity with aggressive behavior in order to be accepted by the group. The form of aggressiveness that is most often carried out by teenagers is verbal aggressiveness. Several studies show that teenagers who engage in verbal aggressiveness have low levels of satisfaction, poor family backgrounds, and low self-esteem. Case data from 2011 to 2019 for bullying was 2,473 cases, with an increasing trend. The aim of this service is to use counseling corner intervention and also reduce verbal aggressiveness, by forming a peer group model that has been previously established with and supporting facilities, this room is used for peer groups to identify problems and also provide solutions to perpetrators and victims of bullying. . The result of this activity was a decrease in the number of students who carried out and were victims of bullying in Islamic boarding schools from 125 students who felt bullied in the last 3 months to 10 children who had problems with friends and this had an impact on students' activeness in participating in activities and also in behaving with her friends. This counseling activity needs to be followed up as a means of support in monitoring and developing students in behaving and politely in Islamic boarding schools.
Pengaruh Edukasi Diet DASH dengan Media Flipchart Terhadap pengendalian Hipertensi di UPTD Puskesmas Sumbersari.: The Effect of DASH Diet Education with Flipchart Media On Hypertension Control in Sumbersari Health Center Ema Permatasari; Rizka Yunita; Suhari; Dodik Hartono
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.229

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi salah satu faktor resiko tertinggi penyebab utama kematian. Edukasi memberikan dampak positif dalam menurunkan tekanan darah. Diet DASH merupakan salah satu upaya pengendalian hipertensi. Penggunaan media edukasi mempengaruhi hasil yang ingin diperoleh. Media Flipchart efektif dalam pemberian edukasi dan memudahkan dalam memahami apa yang disampaikan kepada penderita hipertensi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Edukasi Diet DASH dengan Media Flipchart Terhadap pengendalian hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan pendekatan pre–post test design. Populasi dalam penelitian ini yaitu penderita hipertensi usia 35-59 tahun di UPTD Puskesmas Sumbersari. Jumlah responden sebanyak 44 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pengendalian Hipertensi dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan dalam kategori pengendalian hipertensi yang sebelumnya hanya ada 10 responden dengan kategori baik. Setelah dilakukan edukasi terjadi peningkatan pengendalian hipertensi yaitu 28 responden dengan kategori baik. Untuk pengendalian hipertensi kategori cukup dan kurang mengalami penurunan, dari 14 dan 20 responden menjadi 8 masing-masing 8 responden. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang diberikan berpengaruh positif dalam meningkatkan pengendalian hipertensi pada responden. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -3,797 dengan nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari α = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara pengendalian hipertensi sebelum dan sesudah edukasi. Peneliti menilai bahwa pemberian edukasi diet DASH dengan media flipchart mempunyai pengaruh yang baik terhadap pengendalian hipertensi. Edukasi yang diberikan secara berkelanjutan kepada penderita hipertensi maka semakin banyak penderita hipertensi yang terkendali.
Pengaruh Premature Infant Oral Motor Intervention (PIOMI) Terhadap Peningkatan Intake Oral Pada Bayi Prematur Di Ruang Neonatus RSUD Dr. Haryoto Lumajang: The Effect of Premature Infant Oral Motor Intervention (PIOMI) on Increasing Oral Intake of Premature Infants in the Neonatal Care of Dr. Haryoto Lumajang Public Hospital Ervina Almeliayanti; Rizka Yunita; Suhari; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.236

Abstract

Penyebab utama keterlambatan pemulangan bayi prematur dari rumah sakit adalah kurangnya pemberian makanan secara mandiri. Penyebab bayi prematur mengalami hambatan ini meliputi tonus postural yang tidak memadai, tidak adanya refleks menelan, ketidakmampuan melakukan self-regulation, serta kondisi fisiologis yang tidak stabil. Masalah yang timbul dari keterampilan minum per oral pada bayi prematur menyebabkan pencapaian pemenuhan nutrisi yang tidak optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Premature Infant Oral Motor Intervention (PIOMI) Terhadap Peningkatan Intake Oral Bayi Prematur di Ruang Neonatus RSUD Dr. Haryoto Lumajang.  Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Pra-Experiment pendekatan One Group Pretest Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah bayi prematur usia gestasi 32-34 minggu di Ruang Neonatus RSUD Dr. Haryoto Lumajang sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pegambilan data menggunakan Lembar observasi. Analisa data menggunakan uji T-Test. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh PIOMI terhadap peningkatan intake oral bayi prematur. Rata-rata intake oral pretest 5.067 dan postest 32,17. Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan intake oral bayi prematur dengan nilai P= 0.000<0.05. Metode dengan 8 langkah gerakan PIOMI mampu meningkatkan jumlah intake oral bayi prematur secara signifikan. Selain pada kemampuan mengisap, tapi juga pada kenaikan berat badan serta memperpendek masa perawatan.
Efektifitas Terapi Jus Carota Sativa Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien HipertensiDi Desa Sukorejo. Kec Kunir. Kab Lumajang: Effectiveness of Carota Sativa Juice Therapy on Lowering Blood Pressure in Hypertensive Patients in Sukorejo, Kunir, Lumajang. Laila Ainun Nafi’ah; Rizka Yunita; Suhari; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.296

Abstract

Latar Belakang: Wortel (Carota sativa) adalah sayuran yang mudah diperoleh dan mengandung berbagai zat gizi penting, terutama kalium. Kalium berperan dalam membantu vasodilatasi pembuluh darah, sehingga berpotensi menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh terapi jus wortel terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi, diwilayah puskesmas Kunir lumajang. Metode: Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 juni sampai 07 juli 2025 mengunakan metode eksperimen dengan rancangan desain One-Group Pretest-Posttest. yang berjumlah 49 orang sample dipilih menggunakan Teknik Non-probability Sampling sebanyak 30 sampel. Data dianalisa menggunakan Uji statistik Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil: Rata-rata tekanan darah sistol sebelum diberikan wortel rebus penderita hipertensi yaitu 151,13 mmHg, sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik 93,55 mmhg. Rata-rata tekanan darah sistol penderita hipertensi sesudah diberikan wortel rebus yaitu 124,35 mmHg dan tekanan darah diastol 83,87 mmHg. Nilai p value 0,000.    Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian jus wortel terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi atau terapi jus carota sativa efektif menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Penelitian ini memberikan bukti potensial untuk penggunaan jus carota sativa sebagai intervensi non-farmakologis dalam menurunkan hipertensi.
Pengaruh Senam Poundfit terhadap Indeks Massa Tubuh Remaja Putri di SMAN 03 Lumajang: The Effect of PoundFit Exercise on the Body Mass Index of Adolescent Girls at SMAN 03 Lumajang Erlina Isnaini; Suhari SUHARI; Iin Aini Isnawati; Rizka Yunita
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 6 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i6.423

Abstract

Pendahuluan: Senam foundfit menjadi salah satu aktivitas fisik olah raga yang cukup populer dikalangan remaja karena gerakan senam ini dinamis, fun dan tidak monoton, latihan ini memadukan gerakan kardio, yoga, dan pilates dengan tabuhan tongkat (ripstix) diiringi musik yang energik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam poundfit terhadap berat badan pada remaja putri di SMAN 03 Lumajang.         Metode : Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental design dengan pendekatan pre-test and post-test one group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu remaja putri. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 remaja putri yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data dilakukan menggunakan Uji Paired t-test. Hasil : Analisis data menunjukkan bahwa sebelum dilakukan senam poundfit pada remaja putri rata-rata skala IMT adalah 22,7. Sesudah dilakukan senam poundfit pada remaja putri rata-rata skala IMT adalah 23,197. Hasil Uji Paired t-test menunjukkan nilai Z sebesar -2692 dengan nilai signifikansi 0,001 (p ˂0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara berat badan remaja putri sebelum dan sesudah melakukan senam poundfit.  Kesimpulan : Senam poundfit berpengaruh pada penurunan indeks massa tubuh dalam rangka mencapai  berat badan ideal remaja putri.
The Influence Of Positive Emotions On Hypertension Relapse: A Cross-Sectional Study Rizka Yunita; Dodik Hartono
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 13, No 3 (2025): EDITION NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v13i3.7575

Abstract

Hypertension has become one of the leading causes of death due to its potential to cause systemic complications. Individuals diagnosed with hypertension must undergo regular treatment and medication because they have a high risk of recurrence. One of the factors influencing this is intrinsic factors such as positive emotions. The purpose of this study is to analyze positive emotions in recurrence symptoms in hypertensive. The study design employed a correlational analysis with a cross-sectional approach. The study population consisted of 98 hypertensive in Karangbong Village, Pajarakan, Probolinggo. The sample size was 79 individuals who met the inclusion and exclusion criteria. The sampling technique used was purposive sampling. Inclusion criteria included patients with hypertension for more than 3 years, with a history of hypertension with systolic blood pressure ? 120 mmHg and diastolic blood pressure ? 80 mmHg. Exclusion criteria included patients with hypertension who had visual and hearing impairments, and complications such as diabetes mellitus, heart disease, and stroke. The positive emotion instrument used the Dispositional Positive Emotions Scale (DPES) questionnaire and the hypertension recurrence symptom questionnaire. Data analysis used the Spearman rank test. The findings of the study indicated that most respondents had positive emotions (68%) and hypertension recurrence symptoms (66%). There was a significant correlation between positive emotions and recurrence symptoms in hypertensive patients with a p value of 0.001. Hypertensive patients are prone to recurrence symptoms due to low positive emotions. Respondents are encouraged to manage their emotions to prevent the onset of hypertension recurrence symptoms. Future research is recommended to incorporate psychotherapeutic interventions, such as peer support groups, to further explore their potential impact on the outcomes. 
The Effect of Superior and Inferior Extremity Point Acupuncture Therapy on Improving Daily Living Activities in Stroke Patients Dodik Hartono; Rizka Yunita; Erna Handayani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 4 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i4.2021

Abstract

Stroke is a pathological condition that occurs due to the interruption or reduction of blood flow to certain parts of the brain. This condition can be caused by two main mechanisms: blockage of cerebral blood vessels or the sudden rupture of blood vessels in the brain. As a result, there is a significant decrease in the supply of oxygen and nutrients to the affected brain tissue. One of the common symptoms of stroke is weakness on one side of the body, known as hemiparesis, which leads to difficulties in performing activities of daily living (ADL). This study aimed to analyze the effect of acupuncture therapy (at superior and inferior extremity points) on improving activities of daily living (ADL) in stroke patients at the Holistic Nursing Therapy Clinic in Probolinggo. The research method used was a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach. The sample consisted of 91 respondents, selected using accidental sampling from May to June 2025. The research instrument used was the Barthel Index questionnaire sheet, with a validity value of r > (0,4438) and a reliability test of (0,884). The intervention was administered three times per week, with each session lasting one hour, for four weeks. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed that before the acupuncture therapy intervention, most respondents were in the moderate category (42 respondents, 46.2%). After the intervention, respondents were mostly in the independent and mild categories, each with 39 respondents (42.9%). The statistical analysis indicated that there was a significant effect of acupuncture therapy (at superior and inferior extremity points) on improving activities of daily living (ADL) in stroke patients, with a p-value of 0.001 (p = 0.001 < α = 0.05). Acupuncture therapy has a positive impact on patients’ physical condition, including improving muscle strength in extremities that were weakened due to stroke. It may also enhance blood flow and oxygenation to the brain, promote neuroplasticity and nerve regeneration, and ultimately improve the ability to perform activities of daily living.