Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Menggunakan Buku Saku Pengendalian Hipertensi Terhadap Kepatuhan Pasien Dalam Minum Obat Hipertensi Di Puskesmas Pembantu Tegalrandu Klakah Ali Riono; Marfuah Marfuah; Erna Handayani; Rizka Yunita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.461

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan tinggi dari pasien untuk mencegah komplikasi. Namun, tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat antihipertensi masih tergolong rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan adalah melalui edukasi kesehatan dengan media buku saku. Penelitian ini menggunakan pre-experimental design dengan pendekatan pre-test and post-test one group design. Dengan menggunakan uji Wilcoxon, besar sampel yaitu 50 pasien hipertensi di Puskesmas Pembantu Tegalrandu yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Intervensi ini dilakukan selama 10 hari dengan 2 kali observasi dengan durasi 4 hari intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, hampir seluruh responden (80%) memiliki tingkat kepatuhan rendah. Setelah intervensi, sebagian besar responden (56%) berada pada kategori kepatuhan sedang. Dan (16%) berada pada kategori kepatuhan tinggi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -5,667 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah edukasi. Peneliti menyimpulkan bahwa edukasi menggunakan buku saku efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien dalam minum obat hipertensi. Hasil ini sejalan dengan teori bahwa media edukatif yang mudah diakses dan dipahami dapat mempengaruhi perilaku kesehatan pasien secara positif.
Pemberdayaan Santri Melalui Pojok Konseling Dalam Pencegahan Bullying Di Pondok Pesantren Iin Aini Isnawati; Rizka Yunita
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 : Mei (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. Adolescence starts from the age of 11 – 20 years and is divided into 3 phases, namely: Early phase (11-14 years), Middle phase (15-17 years) and late adolescent phase (18-20 years). Some teenagers show their identity with aggressive behavior in order to be accepted by the group. The form of aggressiveness that is most often carried out by teenagers is verbal aggressiveness. Several studies show that teenagers who engage in verbal aggressiveness have low levels of satisfaction, poor family backgrounds, and low self-esteem. Case data from 2011 to 2019 for bullying was 2,473 cases, with an increasing trend. The aim of this service is to use counseling corner intervention and also reduce verbal aggressiveness, by forming a peer group model that has been previously established with and supporting facilities, this room is used for peer groups to identify problems and also provide solutions to perpetrators and victims of bullying. . The result of this activity was a decrease in the number of students who carried out and were victims of bullying in Islamic boarding schools from 125 students who felt bullied in the last 3 months to 10 children who had problems with friends and this had an impact on students' activeness in participating in activities and also in behaving with her friends. This counseling activity needs to be followed up as a means of support in monitoring and developing students in behaving and politely in Islamic boarding schools.