Aulia Nisa’ Cahya Ningrum
Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Banyuwangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TREND PENELITIAN KESEHATAN MENTAL TAHUN 2022-2023 DI INDONESIA: ANALISIS BLIBLIOGRAFI Adnan Fadkhurosi; Richie Annisa Cikal; Aulia Nisa’ Cahya Ningrum
SOSIOEDUKASI Vol 13 No 2 (2024): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v13i2.4699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian kesehatan mental di Indonesia selama periode 2022-2023 menggunakan metode bibliografi. Data dikumpulkan dari berbagai database akademik, termasuk Scopus, PubMed, dan Google Scholar, dengan total 250 artikel yang relevan. Analisis dilakukan berdasarkan jumlah publikasi, topik utama, institusi yang berkontribusi, serta jurnal yang menjadi wadah penerbitan. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah publikasi dari 120 artikel pada tahun 2022 menjadi 130 artikel pada tahun 2023. Topik utama meliputi dampak pandemi COVID-19 terhadap kesehatan mental (30%), intervensi berbasis komunitas (25%), kesehatan mental remaja dan mahasiswa (20%), teknologi dalam layanan kesehatan mental (15%), serta kesehatan mental pekerja (10%). Institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Airlangga menjadi kontributor utama dalam penelitian ini. Jurnal internasional seperti Asian Journal of Psychiatry, Heliyon, dan BMC Public Health mendominasi publikasi, didukung oleh jurnal nasional seperti Jurnal Psikologi. Penelitian ini mengidentifikasi tren positif dalam perhatian terhadap isu kesehatan mental, namun mencatat adanya tantangan seperti distribusi penelitian yang tidak merata dan kurangnya fokus pada kelompok rentan tertentu. Kesimpulan menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan signifikan dalam jumlah dan kualitas penelitian, perluasan cakupan populasi penelitian serta penguatan kolaborasi antar institusi tetap diperlukan. Studi ini memberikan wawasan penting bagi para peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk mendukung pengembangan layanan kesehatan mental yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.