Wienta Diarsvitri
a:1:{s:5:"en_US";s:68:"Dept. of Community Health, Faculty of Medicine, Hang Tuah University";}

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KELAINAN KONGENITAL MULTIPEL PADA NEONATUS DENGAN SPINA BIFIDA: SERIAL KASUS Amiril Mukminin; Wienta Diarsvitri
Surabaya Biomedical Journal Vol. 1 No. 2 (2022): January
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v1i2.19

Abstract

Pendahuluan: Spina bifida (SB) merupakan suatu kelainan kongenital sistem saraf pusat dengan prevalensi tertinggi dalam spektrum cacat tabung saraf (neural tube defect) akibat gangguan penutupan tulang belakang janin pada bulan pertama kehamilan. Laporan kasus: Dilaporkan dua kasus SB pada bayi laki-laki berusia dua hari dan tiga hari yang lahir prematur. Pada kedua pasien ditemukan massa di area lumbosakral disertai rembesan cairan serebrospinal (cerebro spinal fluid) serta kelainan kongenital multipel antara lain berupa congenital talipes equinovarus (CTEV) bilateral, hipospadia dan atresia ani. Kedua pasien menjalani pemeriksaan darah, ekokardiografi, CT scan tanpa kontras dan babygram. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan peningkatan prothrombine time, thromboplastine time dan kalium. Hasil CT scan menunjukkan ventriculomegali dan edema otak. Echocardiography menunjukkan adanya PDA. Pasien menjalani kolostomi, repair spina bifida dan pemasangan ventriculoperitoneal (VP) shunt. Pembahasan: SB sering disertai dengan kelainan kongenital lain yang berasal dari lapisan neuroektoderm saat embriogenesis. Segera setelah bayi lahir perlu dilakukan pemeriksaan dan manajemen secara komprehensif dari tim multidisiplin terkait adanya bagian neural placode yang terbuka untuk mengetahui lokasi, ukuran, apakah ada kebocoran cairan serebrospinal serta kelainan kongenital lain yang menyertai.
KEJADIAN DEPRESI PADA IBU POST PARTUM GEMELI DI RSUD Dr. SOEROTO NGAWI Mita Herdiyantini; Wienta Diarsvitri
Surabaya Biomedical Journal Vol. 1 No. 2 (2022): January
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v1i2.20

Abstract

Tujuan Penelitian: Perubahan biologis selama kehamilan dapat menjadi penctus terjadinya gangguan psikologis mulai dari yang ringan hingga gangguan jiwa. Penelitian ini memberikan gambaran kejadian depresi pada ibu post partum yang melahirkan bayi kembar (gemeli) di RSUDD Dr. Soeroto Ngawi selama bulan Januari 2016-Maret 2016. Metode : Penelitian deskriptif ini menggunakan kuesioner Edinburgh Postnatal Depresion Scale (EPDS) pada 12 ibu post partum yang melahirkan gemeli di Ruang Nifas Wijaya Kusuma dan kontrol nifas di Poli Hamil/Kandungan Rumah Sakit Umum Dr. Soeroto, Ngawi selama bulan Januari 2016-Maret 2016. Hasil : Sebagian besar responden (75%) berpendidikan SD-SMP, 67% responden berusia 20-24 tahun, 67% responden tidak bekerja, 58% tidak pernah kontrol rutin selama kehamilan. Enam responden (50%) menyatakan jarang mengalami gangguan tidur, 33% menyatakan bahwa hampir setiap waktu mengalami gangguan tidur karena kecemasan yang dialami, 17% tidak pernah mengalami gangguan tidur. Mayoritas responden (58%) tidak pernah mengalami kejadian/peristiwa berat pada satu tahun sebelum hamil. Berdasarkan hasil Kuesioner EPDS didapatkan 58% responden kemungkinan tidak mengalami depresi, 25% responden kemungkinannya sedang untuk mengalami depresi, 17% responden kemungkinannya tinggi untuk mengalami depresi. Kesimpulan : Sebagian besar responden post partum gemeli yang kemungkinan mengalami depresi berasal dari kelompok usia 20-24 tahun, mempunyai anak lebih dari tiga, dan tidak rutin kontrol di poli RSUDD Dr. Soeroto Ngawi. Oleh karena itu diperlukan kerjasama lintas sektor untuk mencegah terjadinya depresi pada ibu post partum gemelli.
Kaitan Antara Gangguan Perkembangan dan Perilaku Anak dengan Gut-Brain Axis Pramita Anindya; Wienta Diarsvitri
Surabaya Biomedical Journal Vol. 1 No. 2 (2022): January
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v1i2.21

Abstract

Tujuan Penelitian: Gangguan perkembangan dan perilaku pada anak merupakan masalah yang sering ditemukan, namun belum jelas mekanismenya. Penelitian ini bertujuan untuk membahas kaitan antara gangguan perkembangan dan perilaku pada anak dengan gut-brain axis. Metode : Penelitian literature review ini menggunakan 20 artikel dengan kriteria inklusi artikel yang dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional antara tahun 2012-2021, berbahasa Indonesia atau Inggris, dan dapat diakses full text. Artikel didapatkan dari mesin pencari PubMed, Google Scholar dan Cochrane dengan beberapa kata kunci. Hasil : Konsep gut- brain axis berperan penting dalam pertahanan tubuh. Paradigma gut-brain axis merujuk pada adanya hubungan antara saluran cerna dan otak melalui mekanisme dua arah atau bidirectional, suatu alur homeostasis sistem saraf, hormonal dan sistem imun, yang jika salah satu bermasalah maka dapat menimbulkan ketidak seimbangan diantara ketiganya. Kesimpulan : Hasil penelitian mendukung keberadaan gut-brain axis, bahwa ada kaitan antara mikrobiota dalam saluran cerna dengan gangguan perkembangan dan perilaku pada anak. Konsekuensi jangka panjang dari gangguan dalam komposisi mikrobiota usus pada awal kehidupan mempengaruhi kondisi kesehatan di masa dewasa.