Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Presence of Migratory Shorebirds on the Coast of Aceh Besar Beach and Banda Aceh Khairunisak; Aida Fithri; Firdus; Heri Tarmizi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 2 (2025): February
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i2.10060

Abstract

The coast of Aceh Besar and Banda Aceh is one of the areas that is a stopover site for migratory shorebirds. This study aims to identify the types of migratory shorebirds and habitat types that support the presence of migratory shorebirds on the coast of Aceh Besar and Banda Aceh. The research was conducted in February to April 2024. The method used in this study is Purposive sampling with Point count. Data collection of migratory shorebirds species is carried out using point count. The study results show that 1.244 individuals migratory shorebird visit on the coast of Aceh Besar, that is Numenius phaeopus, Numenius arquata, Pluvialis fulva, Charadrius mongolus, Charadrius leschenaultii, Gallinago megala, Calidris minuta, Actitis hypoleucos, Xenus cinereus, and Limosa lapponica. Type of habitat used by migratory shorebird are mangroves, ponds, beaches, muddy plains, and grassy fields. On the coast of Banda Aceh 433 individuals migratory shorebird with habitat types of mangroves, ponds, muddy plains and beaches, that is Numenius arquata, Pluvialis fulva, Charadrius mongolus, Charadrius leschenaultii, Actitis hypoleucos. The diversity of migratory shorebirds on the coasts of Aceh Besar and Banda Aceh is in the medium category. It is necessary to establish protection areas for migratory shorebird and educate the public about the importance of preserving the enviroment.
LITERATURE REVIEW: "Dinamika Interaksi Seluler: Analisis Komprehensif Mekanisme Penerapan Immune Checkpoint Inhibitors" Nurfina; Siti Parenda Istiqamah; Firdus; Rosnizar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry (In Progre
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jim0003

Abstract

Kanker tetap menjadi tantangan medis global yang memerlukan pendekatan terapi inovatif di luar modalitas konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dinamika interaksi seluler dalam penerapan Immune Checkpoint Inhibitors (ICIs) serta efektivitasnya dalam memodulasi sistem imun inang. Melalui metode tinjauan literatur, artikel ini menganalisis peran antibodi monoklonal, sitokin seperti Interleukin-2, serta integrasi terapi molekuler siRNA dalam mengatasi mekanisme pengelakan imun oleh sel tumor. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa blokade pada jalur protein regulator seperti PD-1 dan CTLA-4 mampu memulihkan fungsi sitotoksik sel T, sementara kombinasi dengan terapi target dapat meningkatkan angka harapan hidup bebas penyakit (disease-free survival). Kesimpulannya, sinergi antara imunoterapi yang presisi dan pemahaman terhadap lingkungan mikro tumor menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan luaran klinis bagi pasien kanker di masa depan.
Dampak Toksikologi Minyak Dan Dispersan Pada Ekosistem Perairan Setelah Tumpahan Minyak Husna Adlin; Andrina Lovita; Nurfina; Firdus; Alia Riski; Muhammad Nasir
JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry (In Progre
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jim.0004

Abstract

Peningkatan intensitas aktivitas maritim dan eksploitasi sumber daya laut berkontribusi pada tingginya risiko tumpahan minyak yang mengancam keseimbangan ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek toksik yang ditimbulkan oleh minyak bumi dan bahan dispersan terhadap berbagai komponen biotik ekosistem akuatik pascakejadian tumpahan minyak. Pendekatan systematic literature review diterapkan dengan menganalisis publikasi ilmiah bereputasi yang terbit dalam rentang 2016 hingga 2026 melalui penelusuran pada basis data Google Scholar, ScienceDirect, Scopus, PubMed serta Portal Garuda menggunakan metode analisis isi. Kajian ini mengungkapkan bahwa kandungan hidrokarbon dalam minyak mentah, khususnya PAH dan BTEX, memiliki karakteristik persisten dan bioakumulatif yang mampu memicu kerusakan fisiologis, hambatan pertumbuhan, disfungsi reproduksi, bahkan mortalitas pada berbagai organisme akuatik termasuk plankton, ikan, terumbu karang dan mangrove. Aplikasi dispersan kimiawi seperti Corexit 9500 diketahui memperparah kondisi tersebut dengan meningkatkan ketersediaan biologis senyawa beracun, terutama pada stadium larva dan organisme simbiotik karang. Paparan simultan minyak dan dispersan menghasilkan efek toksik yang jauh lebih tinggi dibandingkan paparan masing-masing komponen secara terpisah. Penerapan bioremediasi dan fitoremediasi dinilai sebagai strategi pemulihan ekosistem yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.