Bagoes Widjanarko
Program Studi Magister Promosi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DETERMINAN KEJADIAN BURNOUT PADA PETUGAS VAKSINASI COVID-19 DI KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES Moh. Iqbal Agung Prabowo; Bagoes Widjanarko; Martha I. Kartasurya
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 4 (2023): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i4.21142

Abstract

Terdapat kesenjangan jumlah tenaga kesehatan dengan jumlah penduduk, sehingga beban kerja petugas vaksinasi sangat berat dan berakibat pada kejadian burnout. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang determinan kejadian burnout pada petugas vaksinasi. Tujuan penelitian  untuk menganalisis faktor-faktor determinan kejadian burnout pada petugas vaksinasi covid-19 di kecamatan Bumiayu kabupaten Brebes. Desain penelitian cross sectonal dengan subjek sebanyak 100 tenaga kesehatan dari 2 puskesmas yang ada di kecamatan Bumiayu. Pemilihan subjek penelitian menggunakan metode clustered random sampling berdasarkan tugas responden yaitu petugas pendaftaran, petugas skrining, petugas pemberi vaksin dan petugas pencatatan hasil, dengan jumlah  masing-masing 25% dari total subjek.  Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi dan uji general linear model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat burnout pada tenaga kesehatan tergolong rendah hingga sedang. Variabel yang berhubungan dengan burnout adalah status pernikahan (p= 0.039), tuntutan capaian vaksinasi (p= 0.024) motivasi kerja (p= 0.019) insentif (p= 0.024) suasana kerja (p= 0.001) dan dukungan keluarga (p= 0.014). Variabel yang tidak berhubungan dengan burnout adalah usia (p= 0.179), jenis kelamin (p= 0.811), tingkat pendidikan (p= 0.647), status kepegawaian (p= 0.208), masa kerja (p= 0.86), jobdesk (p= 0.826), dukungan rekan kerja (p= 0.837), dukungan atasan (p= 0.283), jumlah penduduk (p= 0.389), koordinasi (p= 0.73) dan perencanaan vaksinasi (p= 0.617). Disimpulkan bahwa dengan peningkatan usia dan tuntutan capaian vaksinasi serta suasana kerja yang tidak mendukung secara bersama-sama berhubungan dengan kejadian burnout.