Zahroh Shaluhiyah
Program Studi Pascasarjana Promosi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA SIKAP, SELF–EFFICACY, DAN DUKUNGAN TEMAN PADA WANITA PEKERJA SEKSUAL (WPS) DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) Tamara Yushe; Sri Winarni; Zahroh Shaluhiyah
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 4 (2023): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i4.20994

Abstract

Infeksi menular seksual (IMS) merupakan salah satu penyebab permasalahan kesehatan, sosial dan ekonomi di banyak negara, hampir 500 juta kasus baru IMS terjadi setiap tahun di seluruh dunia. Jawa Tengah adalah provinsi dengan jumlah kasus HIV/AIDS yang dilaporkan terbesar sebanyak 307 kasus. Kota Semarang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah menjadi peringkat pertama tingkat Provinsi dengan kasus IMS tertinggi pada tahun 2018 yaitu sebanyak 1.233 kasus. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang bubungan sikap, self-efficacy, dan dukungan teman pada wanita pekerja seksual dengan perilaku pencegahan infeksi menular seksual. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara sikap, self-efficacy, dan dukungan teman pada WPS dengan perilaku pencegahan IMS. Metode penelitian yang igunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian dihitung dengan rumus Lemeshow, diperoleh hasil 96 sampel dibulatkan dan ditambah sampel cadangan sebanyak 10% maka diperoleh hasil akhir sampel sebanyak 110 sampel. Hasil analisis menggunakan uji chi square continuity correction diperoleh sikap (p-value = 0,000), self-efficacy (p-value = 0,013), dan dukungan teman (p-value = 0,000) memiliki hubungan dengan perilaku pencegahan IMS. Secara simultan menggunakan uji regresi logistic diperoleh hasil bahwa sikap, sekf-effficacy, dan dukungan teman memiliki hubungan dengan perilaku pencegahan IMS dan mempengaruhi sebesar 52,3%. Kesimpulan penelitian yaitu terdapat hubungan antara sikap, self-efficacy, dan dukungan teman. Sehingga untuk penerapan perilaku pencegahan IMS perlu didukung oleh sikap, self-efficacy, dan dukungan teman yang baik, para tenaga kesehatan untuk selalu memberi informasi yang benar serta para tokoh masyarakat agar tidak mengintimidasi.