Oktaviami Tarabu
Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi Bolu Kukus Berbasis Tepung Kulit Pisang Ambon dan Buah Kurma sebagai Makanan Selingan Alternatif di Kelurahan Lambara, Kota Palu Siti Ika Fitrasyah; Ariani Ariani; Kurniawati Mappiratu; Oktaviami Tarabu; Saskia Wulandari; Nur Alfiah Wulandari
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v3i1.556

Abstract

Diabetes merupakan salah satu masalah kesehatan yang semakin meningkat setiap tahun baik dari jumlah kasus maupun prevalensi. Faktor risiko DMT2 termasuk kombinasi kompleks dari faktor genetik, metabolisme dan lingkungan yang berinteraksi satu sama lain berkontribusi terhadap prevalensinya. Peningkatan glukosa dalam darah dapat dikendalikan dengan pemilihan pangan yang tepat untuk dikonsumsi yaitu pangan dengan indeks glikemik rendah. Pangan dengan indeks glikemik rendah dapat menghasilkan kadar glukosa darah yang lebih terkendali. Beberapa efek menguntungkan dari diet rendah IG dan tinggi serat telah ditunjukkan, termasuk glukosa postprandial yang lebih rendah dan respons insulin, profil lipid yang lebih baik, dan, mungkin, penurunan resistensi insulin. Salah satu upaya untuk menciptakan menu selingan alternatif yang cocok dengan penderita DMT2 adalah dengan memformulasi menu selingan berupa bolu kukus berbasis tepung kulit pisang ambon dan buah kurma. Manfaat dari yang dicapai dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah masyarakat dapat mengetahui nilai gizi dalam produk,memiliki pengetahuan membuat bolu kukus yang lebih menarik dan bervariatif, serta konsumsi produk diharapkan dapat mencegah penyakit degeneratif khususnya bagi masyarakat di Kelurahan Lambara, Kota Palu. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain metode ceramah, metode pembagian produk, dan metode diskusi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah selesai dilaksanakan. Tim pengabdi juga telah selesai membagikan dan mensosialisasikan produk kepada masyarakat. Semua peserta mendapatkan informasi yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai makanan alternatif untuk pencegahan penyakit DMT2.