Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Ibu dan Tindakan Pemberian ASI Ekslusif Pada Bayi 0 – 6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ledo Hidayah Hidayah; Sila Anggraini; Desti Dwi Ariani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41313

Abstract

Penelitian ini melihat hubungan antara pengetahuan ibu dan praktik pemberian ASI eksklusif. Hal ini karena cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih jauh dari target nasional dan global, terutama berkaitan dengan capaian di wilayah kerja Puskesmas Ledo pada tahun 2022 sebesar 24,89%, yang mengindikaskan jauh di bawah target WHO sebesar 50%. Kurangnya pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI eksklusif berisiko meningkatkan angka morbiditas dan kematian bayi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu tentang ASI ekslusif dengan tindakan pemberian ASI ekslusif pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ledo. Metode penelitian ini adalah analitik korelasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian yaitu 45 ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan di wilayah Puskesmas Ledo dan dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan tindakan pemberian ASI eksklusif dengan uji statistik menggunakan uji Spearman-rank. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu sebagian besar pada kategori “cukup” (53,3%) dan sudah memberikan ASI Eksklusif (55,6%). Hasil uji Spearman-rank didapatkan nilai signifikansi 0,016 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dan tindakan pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ledo. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,356 mengindikasikan kekuatan hubungan yang lemah, tetapi searah, artinya semakin tinggi pengetahuan ibu, maka semakin banyak yang memberikan ASI eksklusif. Kesimpulan penelitian ini Ada hubungan yang signifikan, meskipun lemah, antara pengetahuan ibu dan tindakan pemberian ASI eksklusif, dengan arah hubungan positif. Upaya pendidikan tentang ASI eksklusif harus terus ditingkatkan, terutama untuk memberi tahu ibu agar tidak memberi MPASI sebelum enam bulan. Rekomendasi untuk membantu ibu menerapkan ASI eksklusif sebaik mungkin, perlunya tenaga kesehatan di Puskesmas Ledo mengadakan konseling dan kampanye intensif tentang ASI Ekslusif.
Literature Review: Analisis Pentingnya Dukungan pada Ibu Saat Postpartum Blues Naufal Dzaki Ibtihal; Sajwa Az-zura Zhasvir; Nabila Marwa; Cindy Tri Joelyta A’zzula; Dhea Tri Kaswari; Wilma Kardianti; Dwi Lestari; Fatimatuzzahra Fatimatuzzahra; Mutiara Mutiara; Susilawati Susilawati; Fitri Lestari; Hidayah Hidayah
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i5.218

Abstract

  Postpartum blues atau baby blues merupakan kondisi emosional yang sering dialami ibu pasca melahirkan, ditandai dengan perasaan cemas, kesedihan, dan perubahan suasana hati. Kondisi ini bisa mempengaruhi kualitas hubungan ibu dengan bayi dan anggota keluarga lainnya jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab postpartum blues dan pentingnya dukungan dari suami, keluarga, serta tenaga profesional dalam mengatasi masalah ini. Metode yang digunakan adalah literatur review, mengumpulkan dan menganalisis jurnal yang diterbitkan sejak 2024, dengan kriteria inklusi jurnal yang fokus pada dukungan sosial, responden lebih dari 15, dan open access. Berdasarkan penelitian terkini, faktor yang mempengaruhi postpartum blues antara lain usia ibu, dukungan sosial, paritas, status ekonomi, dan jenis persalinan. Dukungan yang memadai dari orang terdekat, khususnya suami, dan perencanaan yang matang selama kehamilan, dapat meminimalkan risiko terjadinya kondisi tersebut. Dukungan sosial dari keluarga, teman, serta tenaga medis yang tepat sangat diperlukan untuk membantu ibu melewati masa ini dan mencegah dampak negatif lebih lanjut, termasuk perkembangan menjadi depresi pascamelahirkan. Penanganan yang baik akan membantu ibu merasa lebih tenang dan siap menjalani peran baru dengan lebih optimal.
Family-Centered Maternity Care: Literature Review Claudya Chintya Bella; Desty Damayanti; Fikri Riparta; Fikri Riparta; Gita Athira Naurah; Hardi Hardi; Ihza Mahendra; Lastri Lastri; Niska Devita Zalukhu; Nur Nazhira Sharfina; Ria Agustina; Umi Haliza; Yuni Adinata; Hidayah Hidayah
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i5.225

Abstract

Kesehatan maternal merupakan indikator utama kualitas sistem kesehatan suatu negara, namun angka kematian ibu dan bayi masih tinggi di negara berkembang. Family-Centered Maternity Care (FCMC) merupakan pendekatan inovatif yang memberdayakan keluarga dalam mendukung kesehatan ibu dan bayi, mendorong kolaborasi antara tenaga kesehatan dan keluarga. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi manfaat, tantangan, dan strategi implementasi FCMC dalam pelayanan kesehatan maternal melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah penelusuran literatur sistematis berdasarkan pedoman PRISMA pada basis data seperti PubMed, Mendeley, dan Google Scholar. Dari 520 artikel awal, terpilih 10 artikel untuk analisis. Hasil menunjukkan bahwa FCMC memberikan manfaat signifikan, termasuk meningkatkan dukungan sosial, self-efficacy ibu, serta mengurangi keluhan dan depresi postpartum. Saran direkomendasikan pengembangan fasilitas ramah keluarga, pelatihan tenaga kesehatan, dan edukasi masyarakat. Kesimpulannya, FCMC berpotensi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal jika diterapkan secara optimal dan berbasis bukti.