I Kadek Sugitayasa
Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DINAMIKA SOSIAL EKONOMI DAN DUKUNGAN KELUARGA PADA SKIZOFRENIA:: MENINJAU INTERAKSI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENCEGAHAN KEKAMBUHAN I Kadek Sugitayasa; I Wayan Gede Artawan Eka; Cokorda Bagus Jaya Lesmana
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 4 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i4.427

Abstract

Status ekonomi keluarga dan dukungan keluarga berperan penting dalam kesehatan mental individu, terutama bagi mereka yang mengalami gangguan mental berat seperti skizofrenia. Ketidakstabilan ekonomi dapat meningkatkan risiko pengembangan penyakit mental serius, sementara dukungan keluarga yang optimal dapat membantu memperbaiki kepatuhan pengobatan dan menurunkan angka kekambuhan. Kajian literatur ini mengevaluasi berbagai studi yang meneliti pengaruh status ekonomi dan dukungan keluarga terhadap kesehatan mental, terutama pada pasien skizofrenia. Studi-studi yang dianalisis melibatkan penelitian kuantitatif dan kualitatif, termasuk desain cross-sectional, longitudinal, dan Randomized Control Trial (RCT) sejumlah 14 artikel dengan penilaian kualitas JBI. Studi menunjukkan bahwa ketidakstabilan ekonomi berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan mental, dan dukungan keluarga yang baik dapat menurunkan angka kekambuhan. Dukungan finansial serta psikoedukasi keluarga ditemukan dapat meningkatkan stabilitas emosional pasien. Namun, beberapa keterbatasan metodologis ditemukan, seperti pendekatan penelitian yang beragam dan keterbatasan ukuran sampel. Dukungan keluarga dan status ekonomi berperan penting dalam mengurangi risiko kekambuhan pada pasien gangguan mental berat. Peningkatan dukungan bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, termasuk bantuan finansial dan psikoedukasi, dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian mendatang dengan sampel lebih besar dan pendekatan longitudinal diperlukan untuk memahami lebih jauh dinamika ini.