Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keistimewaan Morfologi Unta Perspektif al-Qur’an dan Sains Ariny Syahidah
Jurnal Cakrawala Akademika Vol. 1 No. 5 (2025): Edisi Februari
Publisher : PT. Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70182/JCA.v1i5.23

Abstract

Allah Sang Pencipta yang memiliki asma’ qadir Yang Maha Kuasa memilki kuasa atas semua ciptaannya. Tidak ada yang tak bernilai dan sia-sia di matanya. Dalam surat al- Ghasyiyah ayat 17 Allah SWT menunjuk unta sebagai objek untuk dipelajari dan dipikirkan dengan seksama, “Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana diciptakan.” Unta yang memiliki banyak keunikan dan keisitimewaan dalam penciptaannya serta segudang manfaat untuk kehidupan manusia. Dengan melakukan berbagai penelusuran dari berbagai sumber didapati bahwa dibalik semua ini mestinya bertujuan untuk menjadi objek mencermati dan berpikir oleh orang-orang tertentu. Allah menyebutnya hal ini adalah sebagai pengingat bagi orang-orang yang berakal dan berpikir. Allah mengungkapkan hal ini dalam berbagai ayat dalam al-Qur’an bahwa segala sesuatu yang diciptakan-Nya merupakan sebuah tanda, kebesaran dan peringatan.
Ad-Dakhīl dalam Tafsir Al-Khāzin (Studi Penafsiran Kisah Nabi Musa AS) Ariny Syahidah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis elemen-elemen ad-dakhīl dalam penafsiran kisah Nabi Musa AS pada Tafsir Al-Khāzin. Istilah ad-dakhīl berarti infiltrasi atau kontaminasi dalam penafsiran al-Qur’an, yang dapat mengganggu keaslian pemahaman terhadap teks suci. Oleh karena itu, kajian ini penting dilakukan agar metodologi penafsiran dapat lebih terjaga dari unsur-unsur yang tidak sahih. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap Tafsir Al-Khāzin. Fokus penelitian dibatasi pada episode kisah Nabi Musa, mulai dari pertemuannya dengan Nabi Syu‘aib setelah melarikan diri dari Fir‘aun hingga pertemuannya dengan Allah di Gunung Sinai. Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi ad-dakhīl dalam beberapa penafsiran. Pertama, pada kisah Nabi Syu‘aib yang dikatakan menangis hingga buta, ditemukan ad-dakhīl fi al-ma’ṡur yang bersumber dari hadis maudū‘. Kedua, kisah ‘Auj bin ‘Anuq mengandung ad-dakhīl fi al-ma’ṡur serta unsur Isrā’īliyyāt yang bertentangan dengan sunnah Nabi mengenai penciptaan manusia. Ketiga, pada QS. Al-A‘raf: 150 tentang permintaan Nabi Musa untuk melihat Allah, ditemukan unsur ad-dakhīl yang bersumber dari riwayat Isrā’īliyyāt dan tidak sejalan dengan naṣ al-Qur’an maupun sunnah. Temuan ini menegaskan pentingnya sikap kritis dalam menilai sumber-sumber tafsir, serta perlunya pemisahan antara penafsiran yang valid dan tidak. Penelitian ini tidak dimaksudkan untuk merendahkan karya tafsir, melainkan sebagai upaya ilmiah menjaga keotentikan penafsiran al-Qur’an. Hasilnya diharapkan memberi kontribusi dalam pengembangan metodologi tafsir yang lebih teliti serta meningkatkan kesadaran umat Islam untuk memilih rujukan yang autentik dan dapat dipertanggungjawabkan.