Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI HASIL TREND PRODUKTIVITAS TEBU (Saccharum officinarum L.) BERDASARKAN KATEGORI TANAM DI PG SEMBORO PT PERKEBUNAN NUSANTARA XI: Lina Atikasari; Hartini Hartini; Syamuddin Harahap
AGRIBIOS Vol 21 No 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i2.3664

Abstract

Pengelolaan Agronomis pada budidaya tebu berdasarkan kategori tanam terbagi menjadi dua jenis, yaitu tanam awal atau Plant Cane (PC) dan tanam kepras atau Ratoon Cane (RC). PG Semboro, salah satu unit usaha PT Perkebunan Nusantara XI yang terlibat dalam industri perkebunan komoditi tebu, tengah merencanakan program perluasan lahan budidaya RC pada periode tanam berikutnya. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui hasil peramalan atau hasil trend produktivitas tebu masing-masing kategori tanam. Pengumpulan data menggunakan data sekunder perusahaan, data produktivitas tebu dan data curah hujan, di PG Semboro tahun 2013-2022. Menggunakan data ini, analisis yang akan digunakan adalah analisis trend kuadratik karena memiliki hasil nilai MAPE terkecil. Hasil menunjukkan bahwa trend produktivitas tebu baik PC maupun RC mengalami kecenderungan atau trend yang meningkat dengan rata-rata peningkatan produktivitas tiap tahun pada tebu PC sebesar 1,93 ton sedangkan pada tebu RC sebesar 1,11 ton. Berdasarkan hasil ini, maka perencanaan program perluasan lahan budidaya RC di PG Semboro dapat diterapkan pada periode tanam berikutnya.
Respons Pertumbuhan Gulma Sembung Rambat terhadap Variasi Konsentrasi Bioherbisida Ekstrak Daun Bambu Apus Rina Ekawati; Moh Sururi; Hartini Hartini
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i1.303

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan yang tidak diinginkan kehadirannya karena menghambat pertumbuhan tanaman budidaya dan berpotensi menurunkan produktivitas. Gulma memiliki sifat kompetitif yang tinggi, mudah berkembang biak, dan dapat tumbuh dengan mudah di lingkungan dengan sumber daya terbatas, sehingga mampu menghambat pertumbuhan serta mengurangi hasil tanaman budidaya (Utami et al., 2020). Sembung rambat merupakan gulma tahunan yang tumbuh merambat dengan cepat. Gulma tersebut dominan tumbuh pada areal kelapa sawit belum menghasilkan. Bioherbisida mulai banyak dikembangkan sebagai salah satu alternatif dari penggunaan herbisida kimia, salah satunya daun bambu apus. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji dan menentukan konsentrasi ekstrak daun bambu untuk mengendalikan gulma sembung rambat. Penelitian ini mengimplementasikan rancangan acak kelompok non faktorial dengan 6 taraf perlakuan ekstrak daun bambu (0, 10, 30, 50, 70, dan 90%). Hasil hpenelitian menunjukkan bahwa aplikasi bioherbisida dari ekstrak daun bambu berpengaruh nyata terhadap hari kematian gulma, persentase kematian gulma, bobot basah dan kering gulma sembung rambat. Pemberian bioherbisida dari ekstrak daun bambu dengan konsentrasi 90% menghasilkan waktu kematian gulma tercepat, yaitu 2 hari. Konsentrasi tersebut juga menghasilkan persentase kematian gulma tertinggi (100%). Bobot basah dan kering gulma terendah pada konsentrasi 90% berturut – turut adalah 0,43 g dan 0,1 g.