This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Haryanto Haryanto
ITEKES Muhammadiyah Pontianak

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Terapi Musik Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Yang Dilakukan Extracorpopreal Shockwave Lihtotripsy (Eswl): Scoping Review Marianto Marianto; Haryanto Haryanto; Wida Kuswida Bhakti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57950

Abstract

Latar Belakang: Extracorporeal Shockwave Lithotripsy (ESWL) merupakan prosedur non‑invasif yang umum digunakan dalam penanganan batu saluran kemih dan ginjal, namun seringkali memicu kecemasan dan nyeri pada pasien selama tindakan berlangsung. Terapi musik telah diidentifikasi sebagai salah satu intervensi non‑farmakologis yang berpotensi menurunkan kecemasan tersebut, namun bukti mengenai variasi jenis, waktu, dan cara pemberiannya belum dipetakan secara komprehensif. Tujuan scoping review ini adalah: memetakan karakteristik metodologis dan intervensi studi yang meneliti pengaruh terapi musik terhadap kecemasan pada pasien ESWL, merangkum temuan utama terkait perubahan kecemasan dan outcome klinis lain yang relevan, serta mengidentifikasi celah penelitian serta implikasi keperawatan dari penggunaan terapi musik pada pasien dengan prosedur ESWL. Metode: Penelitian ini menggunakan desain scoping review sesuai pedoman PRISMA Extension for Scoping Reviews (PRISMA‑ScR). Pencarian literatur dilakukan di basis data google scholar, PubMed, Scopus, dan Science direct. Penelusuran literatur dilakukan pada jurnal internasional bereputasiyang membahas tentang pengaruh terapi musik terhadap kecemasan pasien Extracorporeal Shockwave Lithotripsy (ESWL).Hasil: Berdasarkan scoping review yang dilakukan sebagian besar hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi musik dapat menurunkan kecemasan pada pasien yang menjalani ESWL, dibandingkan kelompok kontrol tanpa musik. Penurunan kecemasan umumnya berjalan paralel dengan penurunan nyeri, peningkatan relaksasi, dan kepuasan pasien terhadap prosedur. Namun, heterogenitas desain studi, jenis musik, waktu pemberian, dan instrumen pengukuran masih cukup tinggi, sehingga protokol musik yang paling optimal belum dapat ditentukan secara pasti.Kesimpulan: Terapi musik merupakan intervensi nonfarmakologis yang aman, murah, dan feasibel untuk menurunkan kecemasan dan nyeri pada pasien yang menjalani ESWL. Temuan ini mendukung integrasi terapi musik ke dalam praktik keperawatan di unit ESWL, namun masih diperlukan penelitian lanjutan dengan protokol yang lebih terstandar untuk menentukan jenis musik, durasi, waktu pemberian, dan kombinasi intervensi yang paling efektif