Undi Permanawati
Universitas Sebelas Maret

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Media Diorama dengan Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas Siswa Kelas III SD Negeri Sumber 5 Undi Permanawati; Dhanu Dharma Mahendra; Mei Iriana
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i4.97220

Abstract

Media pembelajaran adalah alat yang memudahkan penyampaian materi di sekolah, membantu guru mengajar, dan membuat siswa senang belajar. Penggunaan diorama harus disesuaikan dengan metode pembelajaran yang cocok agar siswa tidak bosan. Media berfungsi sebagai perantara pesan dari pengirim ke penerima (Arif 2012:26). Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2011:13-14), pendekatan kualitatif disajikan dalam bentuk kata-kata yang dideskripsikan secara alami tanpa manipulasi. Data yang digunakan meliputi data kualitatif dari hasil pengamatan tindakan perbaikan dalam pembelajaran berdiferensiasi dan data kuantitatif dari hasil tes belajar siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan modul ajar, soal evaluasi, dan LKPD siswaPenelitian di kelas III SD Negeri Sumber 5 pada tahun pelajaran 2024/2025 bertujuan untuk mengetahui kondisi nyata di lapangan. Pengamatan dan tes prasiklus menunjukkan bahwa dari 13 siswa, 5 siswa (38,46%) mencapai ketuntasan belajar (≥ 75), sementara 8 siswa (61,54%) belum tuntas (≤ 75).Penelitian yang dilakukan selama dua siklus dengan empat kali pertemuan dan evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan media diorama dalam pembelajaran IPAS di kelas III SD Negeri Sumber 5 berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Sebelum penelitian, tingkat ketuntasan belajar hanya mencapai 38,46%. Setelah tindakan penelitian, tingkat ketuntasan belajar meningkat menjadi 46,15% pada siklus I dan 70% pada siklus II