Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Effect Of Rambusa Fruit Extract (Passiflora Foetida) On The Growth Of Streptococcus Pyogenes Bacteria Gede Vito Chandra Pramana; Nugroho Eko Wirawan Budianto
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Vol 13, No 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jikw.v13i1.3057

Abstract

Streptococcus pyogenes is a bacteria that can attack the epidermis and upper respiratory tract of humans, such as pharyngitis and impetigo. The rambusa plant (Passiflora foetida L) is famous for containing larvicide bioactive compounds. It also contains alkaloids, tannins, coumarins, procyanidins, triterpenoids, flavonoids, citric acid, acetogens, polyphenols, and saponins. A minority of individuals continue to employ this herb sporadically as an antibacterial agent. Intrigued by this phenomenon, the researchers set out to examine the effect of rambusa fruit (Passiflora foetida) administration on the Streptococcus pyogenes bacterium development inhibitory zone. This research uses Only Post Test Control Group Design, exclusively experimental.  The population for this study was Streptococcus pyogenes bacteria obtained from the microbiology laboratory of the Faculty of Medicine, Wijaya Kusuma University, Surabaya.  There were 24 samples in this study, with four repetitions per sample and consisting of 6 groups, including a treatment group with 4 subgroups (10%, 20%, 40%, and 80%), as well as two control groups.  The Mann-Whitney U test showed that a concentration of 80% in the Passiflora foetida fruit extract treatment group resulted in an inhibitory zone diameter of 8.5 mm, which was statistically significant (P<0.05). The conclusion is that administration of rambusa fruit extract (Passiflora foetida) can inhibit bacterial growth of Streptococcus pyogenes, with the average highest inhibitory zone diameter being 8.5 mm
Gambaran Hipertensi pada Pendampingan Lansia di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas,Kabupaten Gresik Indah Widyaningsih; Nugroho Eko Wirawan Budianto; Handy Arief; Emillia Devi Dwi Rianti
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30546

Abstract

Hipertensi  memiliki nilai presentase terbesar dan menjadi nomor 3 dari penyakit yang ditemukan pada usia lanjut, dengan tekanan darah 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat yaitu, mengetahui kondisi lansia yang mengalami hipertensi pada kegiatan pendampingan lansia di desa  Sukorejo, Kecamatan Kebomas,Kabupaten Gresik. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat  bersifat deskriptif, dengan memberi gambaran suatu keadaan secara objektif, populasi lansia, sampel yang digunakan sebesar 33 responden atau total sampling.Hasil yang diperoleh, jenis kelamin wanita 24 orang (72,7%) responden dan 9 orang (27,3%) laki-laki, usia di atas 60 tahun yaitu sebanyak 19 orang (57,6%) dan 14 orang (42,4%)  berusia di bawah 60 tahun. Rata-rata responden mempunyai tekanan darah sebesar 131,88/78,61 mmHg, dengan tekanan darah minimum 91/58 mmHg dan maksimum  170/110 mmHg.Kesimpulan, kondisi lansia pada kegiatan pendampingan lansia sebanyak 33 lansia, dan berdasarkan jenis kelamin; wanita sebanyak 24 (72,7 %), laki-laki 9 (27,3%) dengan usia diatas 60 tahun sebanyak 19 (57,6%), dan tekanan darah minimum 91/58 mmHg dan maksimum  170/110 mmHg. Kondisi desa Sukorejo yang berada dipesisi laut dan luas wilayah desa Sukorejo yaitu sebesar 0,16 km2 dari luas wilayah kecamatan Kebomas 30,06 km2 .