Nanda Bachtiar
Diploma III Keperawatan, Politeknik Harapan Bersama

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN STRES PADA SISWA TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI DALAM MENGHADAPI UJIAN AKHIR SEKOLAH DAN PRA MASUK PERGURUAN TINGGI Nanda Bachtiar; Candra Andodo; Muhamad Ibnu Hasan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23281

Abstract

Abstrak: Belajar adalah suatu proses atau upaya yang dilakukan setiap individu untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai positif. Tujuan pengabdian Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengelola stres yang dialami selama persiapan ujian akhir sekolah dan proses pra masuk perguruan tinggi guna meningkatkan motivasi dan kinerja akademik mereka. Metode : Sosialisasi tentang stres akademik, motivasi tips dan trik dalam memilih perguruan tinggi, serta memberikan teknik – teknik relaksasi manajemen stres. Hasil : pre dan post test dari 35 siswa terdapat 5 orang (14,3%) memiliki stres tinggi dikarenakan banyaknya tugas dan tuntutan dalam masuk perguruan tinggi, 12 orang (34,3%) memiliki stres sedang karna akan menghadapi ujian akhir sekolah dan ujian pra masuk perguruan tinggi, dan 18 orang (51,4%) memiliki stres ringan dimana siswa tersebut tidak terlalu memikirkan tentang ujian akhir sekolah maupun masuk perguruan tinggi.Abstract: Learning is a process or effort made by each individual to gain knowledge, skills, attitudes and positive values. Objective: To improve students' ability to manage stress experienced during the preparation of school final exams and the pre-entry process to improve their motivation and academic performance. Methods: Socialization about academic stress, motivational tips and tricks in choosing a college, and providing stress management relaxation techniques. Results: pre and post test of 35 students, 5 people (14.3%) had high stress due to the many tasks and demands in entering college, 12 people (34.3%) had moderate stress because they would face school final exams and pre-entry exams, and 18 people (51.4%) had mild stress where the students did not think too much about school final exams and college entrance.
EDUKASI PSIKOLOGIS UNTUK MENGURANGI TINGKAT KECEMASAN PADA REMAJA YANG MENGALAMI LUKA PASCA CEDERA Nanda Bachtiar; Iroma Maulida; Ardhi Henda Karmandika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32530

Abstract

Abstrak: Remaja Remaja merupakan kelompok rentan terhadap gangguan kecemasan, terutama pasca cedera yang memengaruhi kondisi psikologis dan kualitas hidup. Minimnya perhatian terhadap aspek mental dalam pemulihan fisik mendorong pelaksanaan edukasi psikologis. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam mengelola kecemasan pasca cedera. Kegiatan dilakukan di SMAN 5 Kota Tegal, melibatkan 36 siswa kelas X dan XI. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan teknik relaksasi pernapasan 4-7-8, terapi kognitif perilaku sederhana, serta penguatan dukungan sosial. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test sebanyak 10 soal pilihan ganda. Indikator keberhasilan diukur dari peningkatan kategori pengetahuan siswa. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: kategori pengetahuan tinggi naik dari 61,1% menjadi 80,6%, sedangkan kategori rendah turun dari 22,2% menjadi 2,8%. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa dalam menghadapi kecemasan pasca cedera.Abstract: Adolescents are vulnerable to anxiety disorders, especially post-injury, which affects their psychological state and quality of life. The lack of attention to mental aspects in physical recovery encourages the implementation of psychological education. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of adolescents in managing post-injury anxiety. The activity was conducted at SMAN 5 Tegal City, involving 36 students in grades X and XI. The methods used included counseling, training in 4-7-8 breathing relaxation techniques, simple cognitive behavioral therapy, and strengthening social support. Evaluation was conducted through pre-test and post-test of 10 multiple choice questions. The success indicator was measured by the increase in students' knowledge category. The results showed significant improvement: the high knowledge category rose from 61.1% to 80.6%, while the low category fell from 22.2% to 2.8%. The program proved effective in increasing students' awareness and skills in dealing with post-injury anxiety.