Achmad Hidayatullah
Pendidikan Matematika, Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PENGENALAN BILANGAN MATEMATIKA KEPADA SISWA TUNAGRAHITA BERBASIS MEDIA NUMBERBOX MULTISENSORY DI SLB KARYA BHAKTI SURABAYA Fajar Setiawan; Syarifuddin Syarifuddin; Achmad Hidayatullah; Lala Anggraini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28216

Abstract

Abstrak: Siswa penyandang tunagrahita merupakan siswa yang memiliki keterbatasan intelektual dan kemampuan kognitif yang berada di bawah rata-rata. Selain itu, mereka juga memiliki daya serap dan daya ingat yang cukup rendah sehingga kesulitan dalam mengingat dan menyebutkan angka yang guru ajarkan kepada mereka. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa tunagrahita SLB Karya Bhakti Surabaya dalam mengenal dan belajar bilangan 1-20 beserta operasinya dengan menggunakan media numberbox multisensory. Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa tunagrahita kelas 4 dan 5 SLB Karya Bhakti Surabaya yang terdiri dari 6 orang siswa. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah metode Community Based Participatory. Adapun tahapan dalam proses penerapan metode Community Based Participatory terbagi ke dalam 4 fase, yaitu: (1) tahap persiapan, (2) tahap sosialisasi, (3) tahap implementasi, (4) tahap evaluasi, dan (5) tahap keberlanjutan program. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan daya ingat siswa terhadap angka 1-20 yang dibuktikan dengan hasil pre-test 36% dan post-test 62%. Artinya terdapat peningkatan pemahaman siswa tunagrahita sebesar 26% setelah menggunakan media pembelajaran numberbox multisensory pada materi pengenalan angka 1-20. Selain itu, penguunaan media numberbox multisensory dapat membuat pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan.Abstract: Students with disabilities are students who have intellectual limitations and cognitive abilities that are below average. In addition, they also have a fairly low absorption and memory so that it is difficult to remember and mention the numbers that the teacher teaches them. The purpose of this service is to educate and provide assistance to students with disabilities in recognizing and learning mathematical numbers and their operations using the Multisensory Numberbox learning media. The target of this activity is students with disabilities in grades 4 and 5 of SLB Karya Bhakti Surabaya consisting of 6 students. The method used in the implementation of this activity is the Community Based Participatory method. The stages in the process of implementing the Community Based Participatory method are divided into 4 phases, namely: (1) preparation stage, (2) socialization stage, (3) implementation stage, (4) evaluation stage, and (5) program sustainability stage. The result of this activity is an increase in students' knowledge and memory of the numbers 1-20 as evidenced by the results of the pre-test 36% and the post-test 62%. This means that there is an increase in the understanding of students with disabilities by 26% after using multisensory numberbox learning media in the number 1-20 recognition material. In addition, the acquisition of multisensory numberbox media can make learning more effective and fun.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI IMPLEMENTASI SISTEM PENYIRAMAN OTOMATIS BERBASIS TENAGA SURYA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI & PRODUKTIFITAS PERTANIAN BAWANG MERAH Syarifuddin Syarifuddin; Wardah Suweleh; Achmad Hidayatullah; Abdul Rohman; Lala Anggraini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36163

Abstract

Abstrak: Pertanian bawang merah di Desa Klutuk menghadapi kendala utama berupa sistem penyiraman konvensional yang tidak efisien dan masih bergantung pada mesin diesel berbahan bakar solar, sehingga menyebabkan tingginya biaya operasional, pemborosan air, dan penurunan produktivitas. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi penyiraman otomatis berbasis tenaga surya. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal dengan melibatkan 40 peserta dari kelompok tani dan karang taruna pada seluruh tahapan kegiatan, mulai dari persiapan hingga monitoring dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman teknologi pertanian modern berbasis energi terbarukan. Pemahaman kelompok tani meningkat dari 40% menjadi 80%, sedangkan pemahaman karang taruna meningkat dari 75% menjadi 85% setelah edukasi. Implementasi teknologi penyiraman otomatis berbasis tenaga surya berjalan dengan baik dan mampu menghemat tenaga, waktu, serta biaya operasional petani. Teknologi ini mendukung transisi energi bersih dan pertanian berkelanjutan. Disarankan adanya pelatihan lanjutan, inovasi penekanan biaya alat, serta kemitraan dengan pemerintah dan industri agar adopsi teknologi dapat diperluas secara berkelanjutan.Abstract: Onion farming in Klutuk Village faces a major obstacle in the form of an inefficient conventional irrigation system that still relies on diesel fuel-powered engines, resulting in high operational costs, water wastage, and decreased productivity. This community service program aims to improve agricultural efficiency and productivity through the application of solar-powered automatic irrigation technology. The method used was Participatory Rural Appraisal, involving 40 participants from farmer groups and youth organizations in all stages of the activity, from preparation to monitoring and evaluation. The evaluation results showed an increase in understanding of modern agricultural technology based on renewable energy. The farmer groups' understanding increased from 40% to 80%, while the youth organizations' understanding increased from 75% to 85% after the education program. The implementation of solar-powered automatic irrigation technology went well and was able to save farmers' energy, time, and operational costs. This technology supports the transition to clean energy and sustainable agriculture. It is recommended that there be further training, innovations to reduce equipment costs, and partnerships with the government and industry so that technology adoption can be expanded in a sustainable manner.