Imam Abdurahman
Universitas Muhamadiyah Tasikmalaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN MP-ASI BAGI KADER UNTUK PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAWALU Hani Handayani; Imam Abdurahman; Genta Pangripta; Nova Zalianti; Hilma Fiza Fauziah; Meylani Indri Yastuti; Yadin Nuryadin; Nurmala Nurani Martanti; Ai Yasri Nurani; Heri Budiawan; Miftahul Falah; Ade Kurniawati; Budy Nugraha; Feni Yulita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42561

Abstract

Kegiatan pelatihan pembuatan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) bagi kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kawalu dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2024, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pengolahan makanan bergizi untuk bayi usia 6-12 bulan. Pelatihan ini sangat relevan dalam upaya pencegahan stunting, yang merupakan masalah gizi serius di Indonesia. Diikuti oleh 20 kader dari tiga kelurahan: Talagasari, Gunung Tandala, dan Karsamenak, menggunakan pelatihan metode ceramah, diskusi, demonstrasi, dan pengisian kuesioner. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan kader, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 20,4 dan posttest meningkat menjadi 22,05. Demonstrasi pembuatan MP-ASI memberikan pengalaman praktis yang memungkinkan kader untuk memahami langkah-langkah pengolahan bahan makanan yang kaya gizi. Respon peserta menunjukkan bahwa 90% merasa lebih memahami cara pembuatan MP-ASI, dan 85% merasa lebih percaya diri untuk menerapkannya di lapangan. Kegiatan ini tidak hanya berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, tetapi juga berkontribusi pada upaya peningkatan kesehatan anak dan pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Kawalu. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat dilanjutkan dan dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak kader dan masyarakat, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan secara lebih luas.