Andi Hafidah
Prodi S1 Manajemen Ritel, Institut Kesehatan dan Bisnis Kurnia Jaya Persada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN LINGKUNGAN SEKOLAH MELALUI PROGRAM KANTIN SEHAT Andi Indrawati; Risma Haris; Andi Hafidah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26991

Abstract

Abstrak: Sekolah perlu menyediakan kantin sehat agar kebutuhan makanan bergizi siswa tetap terpenuhi untuk mendukung kesehatan mereka. Observasi awal menunjukkan kantin sekolah mitra tidak memenuhi standar kantin sehat dan memerlukan perbaikan manajemen, akibat kurangnya pemahaman tentang program kantin sehat, makanan sehat, hygiene dan sanitasi lingkungan, serta keterampilan mengelola limbah organik dan membuat laporan keuangan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra melalui sosialiasi, edukasi, pelatihan, dan pendampingan penataan kantin sehat dengan melibatkan 55 orang mitra. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner dengan 20 pertanyaan serta pengamatan praktik. Hasil sosialisasi dan edukasi menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pre-test dari 66,33% menjadi 96,67% pada post-test. Mitra menjadi terampil mengolah limbah organik menjadi kompos dengan Emposter. Evaluasi pembuatan laporan keuangan juga menunjukkan peningkatan dari 49,33% menjadi 88,67%. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemberdayaan mitra baik pengetahuan maupun keterampilan lebih dari 85%, serta menjadikan kantin lebih teratur, bersih, dan nyaman meskipun upaya lanjutan masih diperlukan agar kantin sepenuhnya memenuhi standar kantin sehat.Abstract: Schools need to provide healthy canteens so that students' nutritional food needs are met to support their health. Initial observations show that partner school canteens do not meet healthy canteen standards and require management improvements, due to a lack of understanding of healthy canteen programs, healthy food, environmental hygiene and sanitation, as well as skills in managing organic waste and making financial reports. This service aims to increase the knowledge and skills of partners through socialization, education, training and assistance in organizing a healthy canteen involving 55 partners. Evaluation is carried out through pre-test and post-test using a questionnaire with 20 questions as well as practical observations. The results of socialization and education showed an increase in the average pre-test score from 66.33% to 96.67% in the post-test. Partners become skilled at processing organic waste into compost with Emposter. Evaluation of making financial reports also shows an increase from 49.33% to 88.67%. This activity succeeded in increasing partner empowerment in terms of knowledge and skills by more than 85%, as well as making the canteen more orderly, clean, and comfortable, although further efforts are still needed so that the canteen fully meets healthy canteen standards.
PELATIHAN KEMANDIRIAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA IBU HAMIL DI POSYANDU Rohani Mustari; Andi Hafidah; Badriani Badawi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26993

Abstract

Abstrak: Sebagian besar wanita usia subur di desa ini tidak bekerja dan hanya menjadi ibu rumah tangga. Sayangnya, pelayanan posyandu yang seharusnya berlangsung sebulan sekali hanya dapat terlaksana dua bulan sekali karena kurangnya informasi mengenai kesehatan reproduksi, pelayanan kesehatan serta fasilitas yang tidak optimal. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan kemandirian kesehatan reproduksi kepada ibu hamil, meningkatkan pengetahuan, praktik perawatan kesehatan. Metode Ceramah, Interaksi tanya jawab serta demontrasi. Peserta 22 orang yaitu 15 orang ibu hamil dan 7 orang bidan dan kader. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuisioner dengan 20 pertanyaan yang melalui pretest dan posttest sebelum dan sesudah penyuluhan. Pada hasil Kegiatan terdapat peningkatan pengetahuan mitra akan kesehatan reproduksi dan pengelolaan tabulin dengan hasil pretest sebesar 17,5% dan postest sebesar 86,7%. Kegiatan ini memberikan harapan baru bagi kesehatan ibu dan anak, mendorong partisipasi aktif ibu hamil dalam menjaga kesehatan reproduksi, persiapan pemeliharaan tabungan ibu hamil, dan diharapkan dapat memperkuat ikatan antara bidan, kader, dan ibu hamil dalam memberikan pelayanan kesehatan berkelanjutan.Abstract: Most women of childbearing age in this village do not work and are only housewives. Unfortunately, posyandu services which should take place once a month can only be carried out once every two months due to a lack of information regarding reproductive health, health services and facilities that are not optimal. The aim of this service is to provide reproductive health education and independence training to pregnant women, increase knowledge and health care practices. Lecture method, question and answer interaction and demonstration. There were 22 participants, namely 15 pregnant women and 7 midwives and cadres. Evaluation was carried out using a questionnaire with 20 questions through pretest and posttest before and after counseling. In the results of the activity, there was an increase in partners' knowledge of reproductive health and tabulin management with pretest results of 17.5% and posttest of 86.7%. This activity provides new hope for maternal and child health, encourages active participation of pregnant women in maintaining reproductive health, preparation for maintaining savings for pregnant women, and is expected to strengthen ties between midwives, cadres and pregnant women in providing sustainable health services.