Sri Suryanti
Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI DAN SOSIALISASI PEMBUATAN BIOPORI SEBAGAI SOLUSI RAMAH LINGKUNGAN DI LINGKUNGAN PEDESAAN Bambang Winarto; Nia Wahyu Damayanti; Sri Suryanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.30047

Abstract

Abstrak: Permasalahan banjir dan tanah longsor akibat berkurangnya daerah resapan air di Desa Kebobang, Malang Provinsi Jawa Timur membutuhkan solusi yang efektif, biaya yang murah, ramah lingkungan dan mudah untuk dibuat atau diaplikasikan oleh masyarakat sehingga digunakan metode biopori. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengedukasi dan mensosialisasikan metode pembuatan serta penggunaan biopori secara langsung pada masyarakat. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan Soft-Skill dan Hard-Skill secara seimbang, agar peserta tidak hanya memiliki kemampuan teknis tetapi juga mampu mengedukasi dan membangun kesadaran masyarakat pedesaan secara efektif. Kegiatan ini melibatkan 10 peserta yang terdiri dari pengurus serta warga setempat. Kegiatan edukasi dan sosialisasi mencakup penyampaian materi mengenai biopori dan praktik pembuatan biopori. Sistem evaluasi pada kegiatan pengabdian ini dirancang untuk mengukur efektivitas pelaksanaan program, tingkat pemahaman masyarakat, serta keberhasilan implementasi pembuatan lubang biopori di lingkungan pedesaan yang meliputi pra edukasi, edukasi dan pasca edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai metode biopori sebagai suatu cara penanggulangan banjir dan tanah longsor. Berdasarkan hasil evaluasi pra-edukasi dan pasca-edukasi, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsep dan manfaat biopori sebesar sekitar 44,55%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dan sosialisasi berhasil meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai solusi ramah lingkungan dalam pengelolaan air dan sampah organik melalui penerapan teknologi biopori.Abstract: The problem of flooding and landslides due to the reduction of water catchment areas in Kebobang Village, Malang, East Java Province, requires a solution that is effective, inexpensive, environmentally friendly and easy for the community to make or apply, so the biopore method is used. The purpose of this activity is to educate and socialise the method of making and using biopores directly to the community. In addition, this activity aims to improve soft skills and hard skills in a balanced way, so that participants not only have technical abilities but are also able to educate and build awareness in rural communities effectively. This activity involved 10 participants consisting of administrators and local residents. Educational and socialisation activities include the delivery of material on biopores and biopore construction practices. The evaluation system for this community service activity is designed to measure the effectiveness of the programme implementation, the level of community understanding, and the success of biopore construction in rural areas, including pre-education, education and post-education. The results of the activity show an increase in the community's understanding of the biopore method as a way of mitigating floods and landslides. Based on the results of the pre-education and post-education evaluations, there was an increase in public understanding of the concept and benefits of biopores by around 44.55%. This shows that educational and socialisation activities have successfully increased public knowledge and awareness of environmentally friendly solutions in water and organic waste management through the application of biopore technology. 
PENGUATAN KOMPETENSI GURU DALAM MERANCANG PEMBELAJARAN YANG MENGUATKAN KEMAMPUAN NUMERASI SISWA SMP Sri Suryanti; Nia Wahyu Damayanti; Liza Puspita Yanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.30026

Abstract

Abstrak: Kemampuan numerasi siswa SMP di Indonesia masih berada pada kategori rendah, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil PISA 2022. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya keterampilan guru dalam merancang pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan numerasi siswa. Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang menguatkan kemampuan numerasi siswa melalui kegiatan penguatan dan workshop. Kegiatan ini melibatkan 31 guru SMP Labschool Unesa dengan metode penguatan melalui seminar, workshop dan pendampingan dalam pembuatan perangkat ajar. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap pemahaman guru serta observasi praktik mengajar. Hasil menunjukkan peningkatan sebesar 30% dalam pemahaman konsep numerasi dan peningkatan 30% dalam keyakinan pentingnya integrasi numerasi dalam pembelajaran. Selain itu, 85% peserta menyatakan peningkatan kepercayaan diri dalam merancang pembelajaran berbasis numerasi. Program ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran numerasi dan dapat dijadikan model pelatihan bagi sekolah lain. Abstract: The numeration of junior high school students in Indonesia is still in the low category, as shown by the results of PISA 2022. One of the factors is the lack of teacher skills in designing effective learning to improve student numeration. This service program aims to strengthen teacher competencies in designing learning that strengthens the ability of student numeration through strengthening and workshop activities. This activity involved 31 Middle School teachers of Labschool Unesa with a strengthening method through seminars, workshops and assistance in making teaching tools. Evaluation is carried out through pre-test and post-test of teacher understanding and observations of teaching practices. The results show an increase of 30% in understanding the concept of numeration and an increase of 30% in the belief in the importance of numeration integration in learning. In addition, 85% of participants stated an increase in self -confidence in designing numeration -based learning. This program contributes to improving the quality of learning numeration and can be used as a training model for other schools.