Ilyona Risty
Program Studi Akuntansi, Universitas Pelita Harapan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LITERASI KEUANGAN UNTUK MEMBANGUN KEMANDIRIAN FINANSIAL: PENGENALAN ANALISIS TEKNIKAL DASAR UNTUK SISWA SMA Renna Magdalena; Ilyona Risty; Go George Herbert; Josephine Kurniawati Tjahjono; Mandy Mandy; Daud Rexy
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27818

Abstract

Abstrak: Literasi keuangan merupakan keterampilan esensial untuk membangun kemandirian finansial generasi muda. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan keterampilan dasar akuntansi siswa kelas X SMA di Sidoarjo, dengan fokus pada analisis teknikal di pasar trading. Kegiatan dilakukan melalui lokakarya interaktif satu hari yang mencakup ceramah, simulasi trading menggunakan aplikasi MT4, dan diskusi kelompok tentang studi kasus nyata. Peserta kegiatan adalah 50 siswa SMA kelas X. Evaluasi dilakukan dengan metode kuis pre-test dan post-test, menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dari rata-rata 38% sebelum kegiatan menjadi 84% setelah kegiatan. Hasil evaluasi ini mengindikasikan peningkatan signifikan dalam literasi keuangan siswa, mencakup penggunaan aplikasi trading, analisis teknikal, dan prinsip dasar akuntansi.Abstract: Financial literacy is an essential skill for building the financial independence of younger generations. This community service program aimed to enhance the financial literacy and basic accounting skills of 10th-grade high school students in Sidoarjo, with a specific focus on technical analysis in trading markets. The activity was conducted through a one-day interactive workshop comprising lectures, trading simulations using the MT4 application, and group discussions on real-world case studies. A total of 50 10th-grade high school students participated in the program. Evaluation was conducted using pre-test and post-test quizzes, which demonstrated an increase in students' understanding from an average of 38% before the activity to 84% afterward. These results indicate significant improvements in students' financial literacy, including the use of trading applications, technical analysis, and basic accounting principles.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS SIMULASI DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN RED FLAGS KEUANGAN: IMPLEMENTASI LOKAKARYA FINANCIAL DETECTIVE PADA SISWA SMA Tanggor Sihombing; Renna Magdalena; Ilyona Risty; Junika Halawa; David Welson Susanto; Angela Evangeline
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.30039

Abstract

Abstrak: Terbatasnya literasi keuangan di kalangan siswa SMA, khususnya dalam mendeteksi manipulasi keuangan, menjadi permasalahan yang perlu diatasi untuk mempersiapkan generasi masa depan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang red flags dalam laporan keuangan melalui lokakarya Financial Detective: The Al Capone Code. Program dilaksanakan dengan metode simulasi berbasis kasus, melibatkan 671 siswa dari empat SMA swasta yang dilakukan secara terpisah. Peserta dibagi dalam kelompok kecil sebagai detektif keuangan untuk menganalisis laporan keuangan fiktif dari toko sekolah. Evaluasi dilakukan melalui Pre-Test dan Post-Test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dengan rata-rata nilai Pre-Test 42,85 menjadi 74,63 pada Post-Test, mengindikasikan kenaikan pemahaman sebesar 74,2%. Lokakarya ini berhasil membekali siswa dengan keterampilan analitis dalam mendeteksi manipulasi keuangan melalui pendekatan pembelajaran interaktif dan aplikatif.Abstract: Limited financial literacy among high school students, particularly in detecting financial manipulation, is a problem that needs to be addressed to prepare future generations. This community service aims to enhance students' understanding of red flags in financial statements through the Financial Detective: The Al Capone Code workshop. The program was implemented using a case-based simulation method, involving 671 students from four private high schools in Surabaya. Participants were divided into small groups as financial detectives to analyze fictitious financial statements from a school store. Evaluation was conducted through Pre-Test and Post-Test to measure understanding improvement. Results showed a significant increase with an average Pre-Test score of 42.85 rising to 74.63 in the Post-Test, indicating a 74.2% improvement in understanding. This workshop successfully equipped students with analytical skills in detecting financial manipulation through an interactive and applicable learning approach.