Ratih Yuniastri
Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Wiraraja

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENGOLAHAN MINUMAN TRADISIONAL POKAK MADU INSTAN UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI Ratih Yuniastri; Moh. Baqir Ainun; Rika Diananing Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19433

Abstract

Abstrak: Potensi hasil kehutanan yang dipadukan dengan hasil pertanian di wilayah Kecamatan Manding Laok Kabupaten Sumenep menjadi peluang usaha Kelompok Tani Hutan (KTH) Baru Muncul di bidang pengolahan hasil yaitu madu dan rimpang. KTH Baru Muncul berdiri sejak tahun 2021 dan mulai berproduksi sejak tahun 2020, produk olahannya berupa minuman tradisional cair pokak madu. Masa simpan yang relatif singkat menjadi keinginan mitra untuk berinovasi menghasilkan produk minuman tradisional pokak madu instan dalam bentuk serbuk. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu keterampilan pengolahan dan peralatan produksi. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode pelatihan dan pendampingan, terdiri dari pelatihan pengolahan minuman serbuk instan, desain alat pendampingan pengoperasian alat pembuat serbuk , tujuannya untuk meningkatkan keterampilan penerapan teknologi pengolahan mitra dan terciptanya alat produksi. Hasil kegiatan berupa peningkatan keterampilan pengolahan membuat serbuk minuman instan sebesar 87,5% berdasarkan prestest posttest materi yang diberikan kepada peserta pelatihan serta observasi langsung pembuatan serbuk minuman instan. Hasil kegiatan lainnya berupa penambahan alat produksi pembuat serbuk dengan daya rendah, spesifikasi 130x100x65 cm, diameter wajan 60 cm, manghasilkan rendemen serbuk sebesar 78%.Abstract: The potential for forestry products combined with agricultural products in the Manding Laok District, Sumenep Regency,is a business opportunity for the New Emerging Forest Farmers Groups in the field of processing products, namely honey and rhizomes. In production since 2020, the processed product is the traditional liquid drink Pokak Honey. The relatively short shelf life is the partner’s desire to innovate to produce the traditional drink product Pokak instant honey in powder form. The problems faced by partners are processing skills and production equipment. Service activities are carried out using training and mentoring methods, consisting of training on processing instant powdered drinks, equipment design and assistance in operating powder making equipment, the aim is to improve skills in applying partnerprocessing technology and creating production equipment. The results of the activity were an increase in processing skills for making instant drink powder by 85% based on the pretest posttest of the material given to training participants as well as direct observation of making instant drink powder. The results of the other activities include the addition of low power powder making production equipment, specification equipment 130x100x65 cm, pan diameter 60 cm, resulting in a powder yield of 78%. 
INOVASI KEMASAN DAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN IKAN BANDENG Ratih Yuniastri; Herowati Herowati; Aryo Wibisono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26764

Abstract

Abstrak: Produk olahan ikan bandeng masih terbatas jenis dan ragamnya, untuk itu perlu diversifikasi olahan sebagai bentuk inovasi produk berbahan ikan bandeng. Poklahsar Melati merupakan salah satu kelompok wanita yang memanfaatkan ikan bandeng menjadi produk olahan, beranggotakan 10 orang wanita produktif. Melalui pelatihan dan pendampingan serta penerapan teknologi pada Poklahsar Melati dapat menambah keterampilan, pengetahuan dan jenis produk olahan ikan bandeng yang lebih variatif, disukai konsumen dan lebih terjamin keamanannya. Evaluasi ketercapaian kegiatan dilakukan melalui wawancara dan pemberian kuisioner. Berdasarkan hasil kegiatan pelatihan dan pendampingan dapat meningkatkan keterampilan pengolahan mitra dalam rangka diversifikasi dan inovasi produk khususnya olahan ikan bandeng menerapkan teknologi pengolahan dan teknologi kemasan. Peningkatan pengetahuan dan ketermpilan mitra mencapai 80% dari 10 orang anggota. Kegiatan keberlanjutan untuk pendampingan selanjutnya dapat berupa pelatihan dan pendampingan digital marketing menggunakan e-commerce untuk memperluas cakupan daerah pemasaran mitra khususnya produk olahan kering ikan bandeng, dalam upaya menjaga dan menjamin keberlanjutan dan pengembangan produk menyesuaikan dengan pesatnya perkembangan iklim usaha yang khususnya di bidang pangan.Abstract: Milkfish prcessed products are still limited in type and variety, therefore it is necessary to diversify the processing as a aform of innovation of milkfish-based products. Poklahsar Melati is one of the women’s groups that utlize milkfish into processed products, consisting of 10 productive women. Through training and mentoring as well as the application of technology, Poklahsar Melati can increase skills, khowledge and types of processed milkfish products that are more varied, preferred by consumers and more secure. Evaluation of the achievement of activities is carried out through interviews and quetionnaires. Training and mentoring activities can improve the processing skills of partners in the context of product diversification and innovation, especially milkfish processed products applying processing technology and packaging technology. The increase in knowledge and skills of partners reached 80% of 10 members. Sustainable activities for further mentoring can be in the form of digital marketing training and mentoring using e-commerce to expand the scope of partner marketing areas, especially dried milkfish processed products, in an effort to maintain and ensure product sustainability and development in accordance with the rapid development of the business climate, especially in the food sector.