Lailatur Rahmi
Geografi, Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN PARIWISATA PEDESAAN BERBASIS PARIWISATA HYPERLOCAL DENGAN PENDEKATAN PARTICIPATORY RURAL APPRAISAL DI KABUPATEN SOLOK Febriandi Febriandi; Triyatno Triyatno; Lailatur Rahmi; Syafri Anwar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27147

Abstract

Abstrak: Saat ini pariwisata memainkan peranan penting dalam meningkatkan ekonomi lokal dan memperkaya pengalaman budaya. Seiring perkembangannya, pariwisata semakin berfokus pada pariwisata berkelanjutan, melibatkan komunitas lokal, ramah lingkungan, dan melibatkan kearifan lokal di lokasi wisata. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan ekowisata berbasis pariwisata hyperlocal di Kabupaten Solok. Masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan POKDARWIS dalam mengelola potensi wisata, minimnya keterampilan masyarakat dalam pembuatan souvenir, serta rendahnya kemampuan POKDARWIS dalam menggunakan teknologi digital untuk promosi. Program ini dilaksanakan melalui metode sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan yang melibatkan POKDARWIS dan masyarakat. Terdiri dari 2 POKDARWIS, POKDARWIS Danau Talang dan POKDARWIS Gunung Talang dengan jumlah anggota sebanyak 45 orang. Evaluasi dilakukan dengan mengukur peningkatan keterampilan pengelolaan wisata, penggunaan teknologi, serta kemampuan produksi souvenir. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan POKDARWIS dalam pemetaan wisata, penggunaan teknologi drone dan media sosial, serta peningkatan kemampuan manajemen organisasi. Selain itu, terjadi peningkatan nilai ekonomis masyarakat melalui penjualan souvenir khas wisata lokal. Program ini berhasil meningkatkan kemandirian POKDARWIS dalam mengelola dan mempromosikan wisata serta menghasilkan luaran berupa peta wisata, website, dan publikasi ilmiah.Abstract: Today tourism plays an important role in improving local economies and enriching cultural experiences. As it develops, tourism increasingly focuses on sustainable tourism, involving local communities, being environmentally friendly, and involving local wisdom in tourist sites. This Community Service Program aims to develop hyperlocal tourism-based ecotourism in Solok Regency. The main problems faced are the lack of knowledge of POKDARWIS in managing tourism potential, the lack of community skills in making souvenirs, and the low ability of POKDARWIS in using digital technology for promotion. This program is implemented through socialization, training, and mentoring methods involving POKDARWIS and the community consisting of 2 POKDARWIS, Lake Talang POKDARWIS and Gunung Talang POKDARWIS with a total of 45 members. Evaluation is carried out by measuring the improvement of tourism management skills, the use of technology, and the ability to produce souvenirs. The results showed an increase in POKDARWIS skills in tourism mapping, the use of drone technology and social media, and improved organizational management capabilities. In addition, there was an increase in the economic value of the community through the sale of souvenirs typical of local tourism. This program succeeded in increasing the independence of POKDARWIS in managing and promoting tourism and producing outputs in the form of tourism maps, websites, and scientific publications. 
PELATIHAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKATMELALUI STRATEGI DIGITALISASI WISATA Falyanzuril Ihsan; Lailatur Rahmi; Agung Muhammad Siddiq; Faizal Alqadafi; Fitri Yanti Mawarnis; Yahya Saputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35514

Abstract

Abstrak: Kegiatan pelatihan digitalisasi wisata Goa Kelambu dan Camping Ground di Desa Silungkang Oso dilaksanakan sebagai upaya mendukung pengembangan desa wisata berbasis teknologi informasi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya kelompok pengelola wisata dan pemerintah desa, dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi destinasi wisata. Peningkatan kapasitas mencakup penguatan hard skill berupa kemampuan teknis dalam membuat dan mengelola website desa wisata, menyusun peta wisata digital, serta memanfaatkan QR-Code sebagai media informasi. Selain itu, peningkatan soft skill juga menjadi fokus pelatihan, antara lain kemampuan komunikasi digital, kolaborasi dalam pengelolaan konten wisata, serta kemampuan mengambil keputusan berbasis data promosi. Pelatihan ini melibatkan tim dosen pembimbing dan mahasiswa yang telah melakukan observasi serta identifikasi kebutuhan mitra sebelumnya. Kegiatan ini diikuti oleh 25 anggota kelompok sadar wisata dan 23 orang ibu-ibu PKK, dan dilaksanakan di kantor Desa Silungkang Oso. Materi utama yang diberikan meliputi pembuatan dan pemanfaatan QR-Code, pengelolaan website desa wisata, serta penyusunan peta wisata digital. Evaluasi pelatihan dilakukan melalui observasi proses, wawancara singkat, dokumentasi, serta instrumen pre-test dan post-test untuk mengetahui capaian peningkatan pemahaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam memahami digitalisasi wisata dan mempraktikkan pembuatan media promosi digital dengan rata-rata peningkatan sebesar 70%. Implementasi pelatihan ini menghasilkan sarana promosi wisata yang lebih modern dan mudah diakses sehingga memperkuat branding wisata serta mendorong kemandirian masyarakat dalam pengelolaan destinasi berbasis teknologi.Abstract: The Goa Kelambu and Camping Ground tourism digitization training program in Silungkang Oso Village was conducted as an effort to support the development of information technology-based tourism villages. This program aims to increase the capacity of the community, particularly tourism management groups and village governments, in utilizing digital media as a means of promoting tourist destinations. Capacity building includes strengthening hard skills in the form of technical abilities in creating and managing tourism village websites, compiling digital tourist maps, and utilizing QR codes as a medium of information. In addition, soft skills improvement is also a focus of the training, including digital communication skills, collaboration in tourism content management, and the ability to make decisions based on promotional data. This training involves a team of supervising lecturers and students who have previously conducted observations and identified the needs of partners. This activity was attended by 25 members of the tourism awareness group and 23 women from the PKK (Family Welfare Movement), and was held at the Silungkang Oso Village office. The main materials covered included the creation and use of QR codes, management of tourism village websites, and the development of digital tourism maps. The training was evaluated through process observation, brief interviews, documentation, and pre-test and post-test instruments to determine the level of understanding gained. The results of the activity showed an increase in participants' skills in understanding tourism digitalization and practicing the creation of digital promotional media, with an average increase of 70%. The implementation of this training resulted in more modern and accessible tourism promotion tools, thereby strengthening tourism branding and encouraging community independence in technology-based destination management.