I Ketut Manu Mahatmayana
Agribisnis, Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ECENG GONDOK SEBAGAI MEDIA TANAM PADA SISTEM VERTIKULTUR UNTUK MENGURANGI VOLUME SAMPAH DI KABUPATEN KARAWANG Vera Oktavia Subardja; I Ketut Manu Mahatmayana; Deni Pratama
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28390

Abstract

Abstrak: Sampah organik khususnya eceng gondok sering menimbulkan masalah di antaranya dapat menyumbat saluran irigasi sehingga menyebabkan banjir saat volume air meningkat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan inovasi melalui pemanfaatan eceng gondok sebagai media tanam dalam sistem vertikultur untuk budidaya tanaman sayuran di halaman rumah warga. Tujuan dari program ini adalah untuk menambah wawasan dan memperkuat pemahaman kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Pajaten dalam memanfaatkan sampah organik sebagai media tanam dalam sistem vertikultur untuk budidaya tanaman sayuran. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi dan praktik kepada kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Pajaten sebanyak 20 orang. Evaluasi dilaksanakan dengan cara peserta mengisi angket (post test) untuk menunjukkan peningkatan pemahaman peserta. Hasil pengabdian juga menunjukkan bahwa dalam 20 orang peserta adanya peningkatan sebesar 85% terkait pemanfaatan eceng gondok. Program ini berpotensi menjadi langkah awal bagi pemerintah desa untuk mengatasi permasalahan sampah sekaligus mendukung kemandirian pangan masyarakat.Abstract: Organic waste, especially water hyacinth, often causes problems, including clogging irrigation channels, causing flooding when water volume increases. To overcome these problems, innovation is needed through the utilization of water hyacinth as a planting medium in a verticulture system for the cultivation of vegetable plants in the yard of residents. The purpose of this program is to increase insight and strengthen the understanding of the Family Empowerment and Welfare (PKK) and Women Farmers Group (KWT) of Pajaten Village in utilizing organic waste as a planting medium in a verticulture system for vegetable cultivation. The method used was socialization and practice to the Empowerment and Family Welfare (PKK) and Women Farmers Group (KWT) of Pajaten Village as many as 20 people. Evaluation was carried out by means of participants filling out a questionnaire (post test) to show the increase in participants' understanding. The results of the service also showed that in 20 participants there was an increase of 85.45% related to the utilization of water hyacinth. This program has the potential to be the first step for the village government to overcome waste problems while supporting community food independence.