Praktik penyembelihan hewan masih menjadi praktik ibadah yang awam, sedikit dari masyarakat yang berani dan paham dengan metode atau tuntunan dalam menyembelih hewan yang sesuai dengan syariat. Praktik penyembelihan di pandang hal yang gampang-gampang sudah dalam melakukannya, maka sebagai masyarakat dan generasi muda yang milenial di harapkan juga mampu belajar dengan baik melalui teknologi yang semakin canggih untuk peningkatan kapasitas mandiri. Kualitas daging halal ataupun haramnya daging bisa di lihat dari proses penyembelihan yang sempurna, yaitu yang paling pokok harus mengucapkan nama Allah swt. Proses peningkatan kapasitas dalam praktik penyembelihan hewan sesuai syarait Islam dilakukan di Desa Kayen berkerjasama dengan Pemerintah Desa. Praktik dilakukan selama 2 hari yaitu H-1 pelatihan secara teori dan hari selanjutnya proses pengamatan dan praktik penyembelihan hewan dengan dibarengi kegiatan idhul adha. penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif yaitu proses penelitian dengan mendeskripsikan hasil penelitian dengan rangkaian kalimat yang sistematis. Dengan rangkaian proses penelitian dinulai dari observasi, analisis serta menyimpulkan hasil dengan teknik triangulasi data. Tujuan dari penelitian ini yaitu memberikan kapasitas secara mandiri dalam mempraktikkan proses penyembelihan hewan yang seusai dengan syariat Islam. Hasil dari penelitian ini yaitu masyarakat Desa Kayen sangat memberikan apresiasi oleh panitia yang telah memberikan wawasan serta mamberikan waktu untuk prakti secara langsung bagaimana proses dan runtutan pedoman dalam menyembelih hewan yang baik dan benar untuk menghasilkan daging yang aman dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.