Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Public Relations dalam Membangun Citra Positif Kabupaten bogor Melalui Media Sosial Instagram Adenatha Nugraha Putra; Tasya Camila Hamdani; Vivien Febri Astuti
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 3 (2025): EduTIK : Juni 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/edutik.v5i3.11816

Abstract

ABSTRAK  Media sosial menjadi sarana strategis bagi institusi pemerintah dalam membangun citra publik.. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi public relations (PR) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor melalui Instagram. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh dari wawancara tiga narasumber utama pengelola akun @kabupaten.bogor dan dianalisis secara tematik. untuk mengidentifikasi pola komunikasi dan strategi konten yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi PR di Diskominfo Kabupaten Bogor dilaksanakan berdasarkan model Cutlip dan Center (2006), meliputi mendefinisikan masalah, perencanaan, pelaksanaan, komunikasi, dan evaluasi. Konten disesuaikan dengan karakteristik audiens digital melalui visualisasi, storytelling, dan interaksi dua arah. Evaluasi dilakukan melalui analisis statistik dan sentimen publik untuk mengukur efektivitas pesan. Tantangan utama meliputi keterbatasan SDM dan koordinasi lintas instansi. ABSTRACT  Social media has become a strategic tool for government institutions to build a positive public image. This study aims to analyze the public relations (PR) strategies implemented by the Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) of Bogor Regency through Instagram. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews with three key informants responsible for managing the official @kabupaten.bogor account and analyzed thematically to identify communication patterns and content strategies. The results show that the PR strategy at Diskominfo Bogor Regency follows the Cutlip and Center (2006) model, which includes problem definition, planning, implementation, communication, and evaluation. Content is tailored to the characteristics of digital audiences through visualization, storytelling, and two-way interaction. Evaluation is carried out through statistical monitoring and public sentiment analysis to assess message effectiveness. The main challenges include limited human resources and inter-agency coordination.
PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI PUBLIK MELALUI PENULIS ARTIKEL WISATA DI RADAR BOGOR SEBAGAI MEDIA LOKAL Sabila Lestiasih Gunadi; Bayu Suriaatmaja Suwanda; Tasya Camila Hamdani
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/mkxs1j55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan kebutuhan informasi publik melalui artikel wisata yang dipublikasikan oleh Radar Bogor sebagai media lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data primer serta data sekunder berupa laporan traffic Google Analytics periode September–Oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artikel wisata di Radar Bogor memiliki performa tinggi yang ditandai dengan jumlah tayangan stabil, pengguna aktif yang konsisten, serta waktu keterlibatan yang cukup baik. Jenis artikel yang paling diminati publik adalah konten dengan informasi terperinci, seperti harga, fasilitas, keunikan destinasi, serta pengalaman pengunjung. Temuan ini sejalan dengan teori Uses and Gratifications, yang menyatakan bahwa audiens secara aktif memilih media untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Dalam konteks ini, Radar Bogor berhasil menyediakan informasi wisata yang relevan dan berorientasi pada kebutuhan praktis masyarakat, sehingga mampu berfungsi sebagai rujukan utama bagi publik dalam pengambilan keputusan terkait aktivitas wisata lokal.