Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGASUHAN NON-ORANG TUA YANG PERMISIF TERHADAP KECERDASAN MORAL ANAK USIA DINI: PERMISSIVE NON-PARENTAL PARENTING ON EARLY CHILDHOOD MORAL INTELLIGENCE Aisyah Durrotun Nafisah; Yusuf Maronta; Alfina Setyawati; Hanifa Rachman; Meysi Apriliani; Dinda Berliana
Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO Vol. 8 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar orang tua di Indonesia tidak mampu memberikan pengasuhan yang maksimal kepada anak-anaknya saat bekerja. Pengasuhan anak termasuk pembinaan kecerdasan moral, yang dilakukan oleh kakek-nenek, asisten rumah tangga, dan daycare. Penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana digunakan untuk menguji peran orang tua terhadap kecerdasan moral, dan analisis moderator digunakan untuk menguji pengasuhan anak non-orang tua yang permisif dan kecerdasan moral pada anak usia dini. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 103 anak usia dini yang terbagi menjadi 59 anak laki-laki dan 44 anak perempuan yang berusia 5-6 tahun. Ke 103 anak tersebut di bawah asuhan 48 kakek-nenek, 31 asisten rumah tangga (ART), dan 24 daycare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan anak non-orang tua yang permisif dan kecerdasan moral berlaku pada kelompok kakek-nenek dan ART. Penelitian ini memberikan gambaran rinci tentang peran prediktor kecerdasan moral dalam pengasuhan non-orang tua.
Keterlibatan Orang Tua dalam Kegiatan Bermain Anak Usia Dini di Rumah Yusuf Maronta; Aisyah Durrotun Nafisah
Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2024): Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/piaud.v4i2.5344

Abstract

Many parents work outside the home fora long duration of time, making parents less involved in childcare, especially in their play activities. The purpose of this study is to describe and analyze parents' participation in children's play activities at home. The targets of this study were five households with children (5-6 years old). In Kalongan village, East Ungaran, there are working and unemployed parents. This research was designed using a descriptive qualitative method. Interview, observation, office research, documentary research and triangulation were used as data collection techniques. The results showed that parents who participated in play activities at home during childhood were mostly the same, i.e. working and unemployed parents with advanced education and moderate economic status. Then the type of parents with a weak economic background is also decreasing. On the other hand, the participation of other people in children's activities depends on the size of the family.
METODE KREATIF PAUD UNTUK MEMBENTUK GENERASI QUR’ANI: MENGAJARKAN NILAI ISLAM SECARA MENYENANGKAN Siska La Adi; Bujuna A. Alhadad; Yusuf Maronta
Humano: Jurnal Penelitian Vol 16 No 2 (2025): PERIODE NOVEMBER
Publisher : LPPM Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v16i2.11005

Abstract

Penanaman nilai-nilai Islam pada anak usia dini menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter dan akhlak generasi masa depan. Namun, perkembangan teknologi dan perubahan gaya belajar anak generasi Z menuntut adanya inovasi dalam metode pembelajaran agama di PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode kreatif dalam pendidikan Islam anak usia dini serta dampaknya terhadap pembentukan generasi Qur’ani. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah 34 artikel nasional dan internasional yang terbit antara tahun 2019–2025, kemudian diseleksi menjadi 16 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode kreatif seperti edutainment, bercerita, permainan edukatif, proyek, drama kreatif, keteladanan, dan pembiasaan terbukti meningkatkan motivasi, keterlibatan, spiritualitas, serta pemahaman anak terhadap nilai-nilai Islam. Selain itu, integrasi teknologi, peran guru, dan kolaborasi dengan orang tua menjadi faktor penting dalam optimalisasi pembelajaran nilai Islam. Dengan demikian, metode kreatif mampu menginternalisasikan nilai-nilai Qur’ani secara lebih efektif dan menyenangkan bagi anak usia dini, serta menjadi strategi yang relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern.
Peran Pemerintah Desa Dalam Upaya Mengurangi Angka Stunting Pada Anak Usia Dini Di Desa Kedi Kecamatan Loloda Selatan Rindi Hanafi; Nurhamsa Mahmud; Nurul Jariah; Rosita Wondal; Yusuf Maronta
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11719

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menganalisis peran Pemerintah Desa dalam upaya mengurangi angka stunting pada anak usia dini di Desa Kedi, Kecamatan Loloda Selatan, Kabupaten Halmahera Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Subjek penelitian mencakup Kepala Desa dan Kader Posyandu. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Kedi telah menjalankan perannya, terutama sebagai fasilitator, melalui berbagai program intervensi. Program tersebut meliputi pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak yang terindikasi stunting, pelaksanaan Posyandu secara rutin setiap bulan, serta sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat. Upaya ini memberikan hasil yang positif, yang ditandai dengan menurunnya angka stunting dari 6 anak pada tahun 2023 menjadi 4 anak pada tahun 2024. Namun, efektivitas program masih menghadapi tantangan, yang tercermin dari stagnasi angka stunting pada tahun 2025 yang tetap berada pada angka 4 anak. Hal ini menunjukkan bahwa peran Pemerintah Desa Kedi telah dilaksanakan dan memberikan dampak terhadap penurunan angka stunting. Meskipun demikian, optimalisasi peran tersebut masih terhambat oleh dua faktor utama, yaitu rendahnya kesadaran dan partisipasi orang tua dalam mendukung program pencegahan stunting secara berkelanjutan, serta belum adanya regulasi desa (Perdes) yang secara khusus dan terstruktur mengatur percepatan penurunan stunting. Oleh karena itu, penguatan strategi melalui pemberdayaan masyarakat dan dukungan kebijakan desa sangat dibutuhkan agar upaya penurunan stunting dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan.