Irna Renata Sembiring
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kritik Sosial Dalam Iklan “Tikus Rakus” Marjan 2026: Analisis Wacana Kritis Perspektif Norman Fairclough Irma Laura Elisabet Hutauruk; Rut Putriana br Manik; Putri Dhea Sapitri; Arya Dwi Andika4; Irna Renata Sembiring; Rosmawaty Harahap
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): March
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.9857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik sosial dan relasi kuasa yang direpresentasikan dalam iklan Marjan 2026 yang berjudul “Tikus Rakus” dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Iklan tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga berfungsi sebagai teks yang mengandung makna ideologis dan sosial dalam masyarakat. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan, dan metode pengumpulan data yang digunakan meliputi dokumentasi cuplikan visual, cerita, dan dialog yang ditemukan dalam iklan. Analisis wacana kritis terdiri dari tiga dimensi: teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol "tikus rakus" berfungsi sebagai simbol keserakahan dan kontrol kekuasaan. Iklan membangun karakter yang rakus dan dominan dalam dimensi teks dan visual. Iklan, dalam konteks praktik wacana, dibuat dan didistribusikan melalui media digital, memungkinkan berbagai interpretasi audiens. Iklan, di sisi lain, mengkritik tindakan keserakahan yang bertentangan dengan prinsip moral masyarakat. Oleh karena itu, iklan ini tidak hanya menyampaikan pesan komersial tetapi juga memberikan kritik sosial yang berkaitan dengan keadaan masyarakat saat ini.
Ketika Satu Kabel Melumpuhkan Pulau: Blackout Sumatera 2026 dan Krisis Tata Kelola Infrastruktur Publik Retno Agustina Lumban Siantar; Mory Nadya Ompusunggu; Ecka Lybertyta Sitepu; Irna Renata Sembiring; Vita Nancy Manurung; M Oky Ferdian Gafari
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modernitas Pemadaman listrik massal (Blackout) yang terjadi di wilayah Sumatera pada tahun 2026 menjadi peristiwa yang menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat modern terhadap infrastruktur kelistrikan. Gangguan yang berawal dari kerusakan pada jaringan transmisi menyebabkan terhentinya berbagai aktivitas publik, mulai dari transportasi, komunikasi, layanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi masyarakat. Artikel ini bertujuan menganalisis Blackout Sumatera 2026 sebagai refleksi krisis tata kelola infrastruktur publik dengan menggunakan pendekatan studi pustaka dan analisis kritis terhadap berbagai pemberitaan media. Hasil kajian menunjukkan bahwa peristiwa tersebut tidak semata-mata merupakan kegagalan teknis, tetapi juga mengungkap persoalan tata kelola berupa minimnya mitigasi risiko, lemahnya sistem redundansi jaringan, serta tingginya ketergantungan pada satu titik infrastruktur vital. Blackout Sumatera 2026 memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya menuntut perluasan jaringan, tetapi juga membutuhkan sistem pengelolaan yang adaptif, transparan, dan berorientasi pada ketahanan pelayanan publik. Oleh karena itu, peristiwa ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kebijakan infrastruktur nasional guna mencegah terulangnya gangguan serupa di masa mendatang.