Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Clinicopathologic Features Of Langerhans Cell Histiocytosis At Hasan Sadikin Hospital In 2010-2020 P, Lestari
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal EduHealt (September), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Langerhans Cell Histiocytosis (LCH) is a rare neoplasm of myeloid origin, characterized by the proliferation of Langerhans cells expressing CD1a and CD207. While primarily affecting children, LCH can also occur in adults, though the incidence is extremely low. The disease manifests in various clinical forms, often complicating diagnosis and management. This study aims to describe the clinicopathological aspects of LCH cases treated at Hasan Sadikin Hospital (RSHS) Bandung over a ten-year period, from 2010 to 2020. Clinicopathological data of patients diagnosed with LCH at the Anatomical Pathology Department of Hasan Sadikin Hospital from 2010 to 2020 were retrospectively reviewed. Data collected included patient age, gender, anatomical location of the disease, and sampling methods used for diagnosis. Diagnosis of LCH was confirmed through morphological assessment of histopathologic specimens and fine needle aspiration biopsy (FNAB) smears. LCH remains a rare entity characterized by the abnormal proliferation of Langerhans cells, predominantly affecting children and most frequently involving the head region. Typical cytologic and histopathologic features are usually present, aiding in the diagnosis. However, variability in presentation underscores the importance of integrating clinical, radiologic, and immunohistochemical data for accurate diagnosis. Further research is warranted to explore long-term outcomes and optimal management strategies, particularly in regions with limited case data.
Gambaran Histopatologi pada Kanker Payudara Metastasis: Studi Cross-Sectional di Rumah Sakit Umum Daerah Waled Tahun 2020–2024 Salwa Hisana; Widiyatmiko Arifin Putro; Lestari Putri
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 2 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss2.2724

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita di Indonesia. Tingkat kelangsungan hidup pasien menurun secara signifikan setelah terjadi metastasis, dari sekitar 99% pada kasus lokal menjadi 27% pada kasus metastasis. Pemeriksaan histopatologi tetap menjadi standar emas dalam menegakkan diagnosis, menentukan terapi, dan memprediksi prognosis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi jenis histopatologi, grading tumor, dan lokasi organ metastasis pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Regional Waled periode 2020–2024. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan data sekunder melalui teknik total sampling dan dianalisis secara deskriptif. Dari 102 pasien kanker payudara metastasis, jenis histopatologi terbanyak adalah invasive carcinoma of no special type sebanyak 95 kasus (93,1%). Grading tumor yang paling banyak ditemukan adalah derajat III sebanyak 61 kasus (59,8%), sedangkan lokasi metastasis tersering adalah kelenjar getah bening sebanyak 67 kasus (52,3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus kanker payudara metastasis didominasi oleh invasive carcinoma of no special type, grading derajat III, dan metastasis pada kelenjar getah bening.
Hubungan antara Subtipe Molekuler dengan Metastasis Kanker Payudara di RSD Gunung Jati Cirebon Syafa Dilla Putri; Lestari Putri; Alya Amila Fitrie
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 2 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v5i2.26806

Abstract

Kanker payudara yaitu kanker dengan urutan pertama paling banyak di dunia yang diderita wanita. Kanker payudara juga menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Lebih dari 90% pasien yang meninggal karena kanker payudara memliki metastasis. Berdasarkan subtipe molekuler, kanker payudara dibagi menjadi luminal A, luminal B, HER2 enriched dan triple negative. Subtipe molekuler tersebut berbeda secara heterogenitas baik resistensi terapi, kekambuhan dan juga pola metastasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara subtipe molekuler dengan metastasis kanker payudara di RSD Gunung Jati. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik, dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian ini yaitu semua pasien yang terdiagnosis kanker payudara di RSD Gunung Jati, sedangkan sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan total sampling sebanyak 178 sampel dengan periode Januari 2024-Maret 2025. Dilakukan uji statistik chi-square untuk mengetahui hubungan antara subtipe molekuler dengan metastasis kanker payudara. Hasil dari penelitian ini yaitu, subtipe molekuler yang paling banyak ditemukan pada penelitian ini yaitu luminal B (51,7%), triple negative (24,7%), HER2 enriched (13,5%) dan luminal A (10,1%). Tidak terdapat hubungan antara subtipe molekuler dengan metastasis kanker payudara (p=0,391). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara subtipe molekuler dengan metastasis kanker payudara.
Gambaran Klinikopatologi pada Kasus Non-Small Cell Lung Cancer Berdasarkan Status Metastasis di RSUD Waled Tahun 2021-2025 Kayla Ashila Kurniawan; Lestari Putri; Moch Yusuf Handoyo
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2500

Abstract

Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) merupakan jenis kanker paru yang mencakup sekitar 85% dari seluruh kanker paru dan menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di dunia. Sebagian besar pasien terdiagnosis setelah mengalami metastasis, yaitu penyebaran sel kanker dari tumor primer ke organ lain melalui pembuluh darah atau limfatik. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran klinikopatologi pasien NSCLC berdasarkan status metastasis di RSUD Waled periode 2021–2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien NSCLC di RSUD Waled periode Januari 2021–Desember 2025 sebanyak 99 pasien. Pengambilan sampel menggunakan total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga diperoleh 91 pasien sebagai sampel. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Kelompok usia terbanyak adalah 50–59 tahun (39,6%), dengan jenis kelamin laki-laki (53,8%). Gejala klinis yang paling banyak ditemukan adalah batuk kronik (52,7%), sedangkan tipe histopatologi terbanyak adalah adenokarsinoma (63,7%). Berdasarkan status metastasis, pasien metastasis lebih banyak dibandingkan non-metastasis, yaitu 64,8% dan 35,2%. Lokasi metastasis tersering adalah tulang (35,6%), sedangkan gambaran radiologi rontgen toraks terbanyak berupa massa paru (57,1%). Disimpulkan bahwa pasien NSCLC di RSUD Waled periode 2021–2025 didominasi kelompok usia 50–59 tahun, laki-laki, tipe histopatologi adenokarsinoma, serta mayoritas mengalami metastasis dengan tulang sebagai lokasi metastasis terbanyak dan massa paru sebagai gambaran radiologi toraks yang paling sering ditemukan.
Peran Laboratorium Patologi Anatomik dalam Mendukung Mutu Layanan dan Klaim BPJS Berbasis INA-CBGs Lestari Putri; Nono Wibisono; Jaja Suteja
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 3 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss3.3247

Abstract

Implementation of the National Health Insurance (JKN) through the Indonesia Case Based Groups (INA-CBGs) payment mechanism demands hospitals to ensure clinical service quality while maintaining claim administration accuracy. The anatomical pathology laboratory holds a strategic role in establishing definitive diagnoses, which form the basis for diagnosis and medical procedure coding. However, studies examining the role of anatomical pathology in supporting hospital service quality and the success of BPJS Kesehatan claims remain limited. This study aims to analyze the role of the anatomical pathology laboratory in realizing the service quality at Patologi Medis Diagnostik Laboratory to support the INA-CBGs-based BPJS claim process. The study used a descriptive qualitative approach with in-depth interviews with key informants involved in anatomical pathology services and the BPJS claim process, including anatomical pathologists, laboratory analysts, clinicians, medical record officers, and the claim team. Data were analyzed thematically through coding, categorization, and interpretation processes, and validated using source and document triangulation. The results showed that anatomical pathology plays a vital role in ensuring the accuracy of definitive diagnoses, improving the accuracy of INA-CBGs coding, and supporting the fulfillment of hospital accreditation standards. The integration of anatomical pathology results with medical records and claim systems proved to contribute to a decrease in pending claims. Main constraints identified include limited human resources and sub-optimal information system integration. Optimizing the role of the anatomical pathology laboratory is a key element in improving hospital service quality and the effectiveness of BPJS claims. Strengthening governance, system integration, and quality-oriented managerial policies are required to support the sustainability of hospital financing within the JKN system.