Matthew Tirta Dipa Napitupulu
Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor Controlled Flight Into Terrain (CFIT) di Indonesia Menggunakan HFACS Untuk Peningkatan Keselamatan Penerbangan Matthew Tirta Dipa Napitupulu; Dian Anggraini P; Desy Apriliana
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9088

Abstract

Controlled Flight Into Terrain (CFIT) merupakan salah satu jenis kecelakaan penerbangan yang terjadi ketika pesawat yang masih berada dalam kondisi dapat dikendalikan menabrak permukaan bumi atau rintangan tanpa adanya kehilangan kendali pesawat sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktorfaktor yang berkontribusi terhadap lima kejadian CFIT di Indonesia, yaitu pada pesawat PK-SWW, PK-FSO, PK-FSL, PK-HVQ, dan PK-VVU, menggunakan metode Human Factors Analysis and Classification System (HFACS). Metode ini mengklasifikasikan penyebab kecelakaan ke dalam empat tingkat analisis, yaitu unsafe acts, preconditions for unsafe acts, unsafe supervision, dan organizational influences. Hasil klasifikasi terhadap 38 temuan pada kelima kasus menunjukkan bahwa Level 1 (Unsafe Acts) merupakan faktor paling dominan dengan kontribusi sebesar 34,2%, diikuti Level 2 (Preconditions for Unsafe Acts) sebesar 31,6%, Level 4 (Organizational Influences) sebesar 26,3%, dan Level 3 (Unsafe Supervision) sebesar 7,9%. Pada Level 1, Routine Violations merupakan kategori paling dominan (13,2%), sementara pada Level 4, Resource Management menjadi kategori paling dominan (15,8%). Hasil ini menunjukkan bahwa kecelakaan CFIT bukan disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan oleh akumulasi kegagalan berlapis mulai dari kesalahan pilot hingga kelemahan sistemik organisasi dan pengawasan, sejalan dengan prinsip Swiss Cheese Model yang menjadi landasan teori HFACS. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai faktorfaktor manusia yang berkontribusi terhadap kejadian CFIT, sehingga dapat menjadi dasar dalam upaya pencegahan human error serta peningkatan keselamatan penerbangan di Indonesia.