Pengkajian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui persepsi masyarakat Kota Kupang terhadap kebijakan subsidi pembelian kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, dan (2) Mengetahui niat membeli masyarakat Kota Kupang terhadap kendaraan listrik berbasis baterai. Hasil pengkajian menunjukan bahwa untuk aspek kognitif terkait pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang adanya sosialisasi kebijakan subsidi ini masih sangat minim karena masih banyak masyarakat yang belum pernah mendengar tentang adanya sosialisasi kebijakan subsidi ini. Sedangkan terkait isi kebijakan subsidi ini menunjukan bahwa mayoritas masyarakat Kota Kupang sudah mengetahui tentang kebijakan subsidi ini tetapi tidak mengetahui secara mendalam seperti besaran subsidi yang di berikan, tujuan subsidi, cara dan persyaratan mendapat subsidi dan sampai pada target sasaran penerima subsidi tersebut. Untuk aspek afektif terkait sosialisasi kebijakan subsidi ini masih belum berjalan dengan baik sedangkan terkait isi kebijakan sebagian besar masyarakat setuju dengan kebijakan subsidi ini, termasuk besaran subsidi dan tujuan pemberian subsidi ini tetapi masyarakat masih kurang setuju dengan persyaratan untuk mendapat subsidi dan target sasaran penerima subsidi tersebut. Untuk implementasi kebijakan subsidi ini juga masih belum berjalan dengan baik karena belum memenuhi target dan harapan dari pemerintah.Untuk aspek Konatif, hampir seluruh jawaban responden mayoritas menyatakan ragu-ragu dimana masyarakat masih belum yakin untuk beralih mengunakan kendaraan bermotor listrik walaupun telah ada kebijakan subsidi dari pemerintah serta persyaratan yang di permudah. Untuk Niat/minat membeli masyarakat terhadap kendaraan listrik dari hasil analisis di ketahui bahwa mayoritas responden masih ragu-ragu untuk membeli kendaraan listrik termasuk merekomendasikan pembelian kendaraan listrik kepada keluarga dan orang lain. Beberapa faktor yang membuat masyarakat masih ragu-ragu adalah karena faktor infrastruktur pendukung SPKLU yang masih terbatas, harga yang relatif lebih mahal walaupun sudah di subsidi, serta minimnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang kendaraan listrik baik untuk perawatan, penggunaan sampai pada tingkat keamanannya.