p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Hayyan Journal Illea
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Biomassa sebagai Sumber Prekursor Senyawa Antimikroba Berbasis Kimia Hijau: Literature Review Nur Afni; Andi Bulqiah Nur Bunyamin
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol. 2 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/illea.v2i2.5242

Abstract

Resistensi antimikroba (AMR) menjadi salah satu tantangan kesehatan global yang mendorong pencarian sumber senyawa antimikroba baru yang lebih efektif dan berkelanjutan. Biomassa merupakan sumber daya terbarukan yang kaya akan senyawa bioaktif dan platform chemicals yang berpotensi dimanfaatkan sebagai prekursor pengembangan agen antimikroba berbasis kimia hijau. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji potensi biomassa sebagai sumber prekursor senyawa antimikroba serta menelaah penerapan prinsip kimia hijau dalam proses pengembangannya. Kajian disusun menggunakan pendekatan systematic literature review terhadap artikel penelitian asli yang diperoleh dari database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar pada periode 2019–2026. Sebanyak 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif-kualitatif berdasarkan jenis biomassa, metode sintesis atau konversi, produk yang dihasilkan, aktivitas antimikroba, dan implementasi prinsip green chemistry. Hasil kajian menunjukkan bahwa biomassa dapat dimanfaatkan sebagai sumber senyawa antimikroba alami, platform chemicals seperti furfural, 5-hydroxymethylfurfural (HMF), dan levulinic acid, serta sebagai bahan baku sintesis nanomaterial dan biomaterial antimikroba. Penerapan prinsip kimia hijau melalui penggunaan bahan baku terbarukan, pelarut hijau, biosintesis, dan pemanfaatan limbah biomassa mampu meningkatkan keberlanjutan proses sekaligus mempertahankan efektivitas antimikroba. Dengan demikian, biomassa memiliki prospek yang sangat menjanjikan sebagai sumber prekursor senyawa antimikroba yang mendukung pengembangan produk farmasi dan material kesehatan yang lebih ramah lingkungan.
A Narrative Review of Natural Bioactive Agents for Wound Healing: Mechanistic Insights on Anti-Inflammatory, Angiogenic, Antimicrobial, and Tissue Regeneration Pathways Nur Afni
Hayyan Journal Vol. 2 No. 3 (2025): October
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/hayyan.v2i3.4211

Abstract

Wound healing is a complex biological process involving the coordinated progression of hemostasis, inflammation, proliferation, and extracellular matrix (ECM) remodeling. Chronic and infected wounds often fail to progress through these stages due to persistent inflammation, oxidative stress, and microbial biofilm formation. In recent years, natural bioactive compounds have gained attention as potential therapeutic agents due to their multi-target biological functions and biocompatibility. This review synthesizes evidence from original in vitro, in vivo, and clinical studies to evaluate the mechanisms of natural compounds, including curcumin, Centella asiatica derivatives, honey-based molecules, flavonoids, and chitosan biomaterials in modulating the wound-healing process. The findings demonstrate that natural compounds can enhance platelet-mediated hemostasis, suppress inflammatory cytokines through NF-κB inhibition and Nrf2 activation, stimulate angiogenesis via VEGF and TGF-β signaling, promote fibroblast proliferation and collagen synthesis, and exert antimicrobial and antibiofilm effects against drug-resistant pathogens. Formulation strategies such as hydrogels and nanoparticle delivery systems were also shown to improve compound stability, tissue penetration, and therapeutic outcomes. These results indicate that natural bioactive wound-healing agents provide a promising avenue for managing both acute and chronic wounds, particularly in contexts where antibiotic resistance or delayed healing presents clinical challenges.