I Gede Margunayasa
Program Studi Pendidikan Dasar, Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of the Application of Edward Thordinke's Behavioristic Theory in increasing interest in learning science for Grade 6 students Maharani Ayu Ningrum; Ni Ketut Suarni; I Gede Margunayasa
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i1.14416

Abstract

This research was conducted in response to the challenges and low interest in learning from grade 6 elementary school students in science learning. The purpose of this study is to overcome the low interest in learning grade 6 students in science learning by applying behavioristic theory by Edward Thorndike. This study also aims to overcome the low interest in learning grade 6 students in learning Mathematics by using behavioristic theory in the context of science learning. Grade 6 students were divided into two groups, namely the experimental group and the control group, using the Purposive Random Sampling Technique. Science learning ability data were collected through the test method, and data analysis was performed using the Polled Variance T test due to the homogeneity of the data variance. The results showed a significant difference in science learning ability between the group that applied the Behavioristic of Edward ThorndikeTheory and the control group. The findings of this study have important implications in designing effective learning strategies in the future, focusing on curriculum development and learning approaches that can increase students' understanding and interest in learning. This research also makes a significant contribution in efforts to improve the quality of science learning in elementary schools, both conceptually and applicatively. Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap tantangan dan minat belajar yang rendah dari siswa kelas 6 Sekolah Dasar dalam pembelajaran IPA. Tujuan penelitian ini adalah mengatasi rendahnya minat belajar siswa kelas 6 dalam pembelajaran IPA dengan menerapkan teori behavioristik oleh Edward Thorndike. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengatasi rendahnya minat belajar siswa kelas 6 dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan teori behavioristik dalam konteks pembelajaran IPA. Siswa kelas 6 dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan menggunakan Teknik Purposive Random Sampling. Data kemampuan pembelajaran IPA dikumpulkan melalui metode tes, dan analisis data dilakukan menggunakan uji T Polled Varians karena homogenitas varians data. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam kemampuan pembelajaran IPA antara kelompok yang menerapkan Teori Behavioristik oleh Edward Thorndikedan kelompok kontrol. Temuan penelitian ini memiliki implikasi penting dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif di masa depan, dengan fokus pada pengembangan kurikulum dan pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa. Penelitian ini juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran IPA di Sekolah Dasar, baik secara konseptual maupun aplikatif.
Implementation of Skinner's Behavioristic Learning Theory in Mathematics Learning in Increasing the Learning Interest of Grade 4 Elementary School Students Anak Agung Istri Ari Krisna; Ni Ketut Suarni; I Gede Margunayasa
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i1.14411

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the implementation of Skinner's Behavioristic Learning Theory in increasing the interest in learning mathematics of grade 4 elementary school students. The study sample involved 27 students, and data analysis was conducted focusing on changes in students' learning interest after the intervention. Sample characteristics, implementation of behavioristic theory, and data on student learning interest before and after the intervention were analyzed descriptively. Inferential statistical tests, such as t-tests, are used to determine the significance of changes in learning interest. The results showed an increase in students' interest in learning after the application of Skinner's Behavioristic Learning Theory, with relevant standard deviation values. The conclusion of this study provides an in-depth understanding of the positive impact of Skinner's Behavioristic Learning Theory in increasing interest in learning mathematics at the elementary level, with important implications for the development of effective learning strategies. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi teori belajar behavioristik skinner dalam meningkatkan minat belajar matematika siswa kelas 4 SD. Sampel penelitian melibatkan 27 siswa, dan analisis data dilakukan dengan fokus pada perubahan minat belajar siswa setelah intervensi. Karakteristik sampel, implementasi teori behavioristik, dan data minat belajar siswa sebelum dan sesudah intervensi dianalisis secara deskriptif. Uji statistik inferensial, seperti uji-t, digunakan untuk menentukan signifikansi perubahan minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam minat belajar siswa setelah penerapan Teori Belajar Behavioristik Skinner. Uji t berpasangan menghasilkan nilai t = [nilai t], p = [nilai p] < 0,05, yang mengindikasikan perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan positif dalam pembelajaran dapat meningkatkan keterlibatan siswa, menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif, serta menjadi landasan bagi pengembangan strategi pembelajaran matematika yang lebih efektif di tingkat sekolah dasar.
Application of Cognitive Theory in Science Independent Learning for Grade 5 Students of SDN 1 Sukasada Made Diah Prabaswari Putri; Ni Ketut Suarni; I Gede Margunayasa
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i1.14414

Abstract

This research was conducted as a response to the problem of the lack of focus of grade 5 students at Sukasada 1 State Elementary School in learning science. This research aims to overcome this problem by applying cognitive theory in independent science learning. The research subjects consisted of 5th grade students who were divided into two groups, namely the experimental group and the control group, using a purposive random sampling technique. Data regarding science learning ability was collected using the test method, and data analysis was carried out using the Polled Variance T test to test the homogeneity of data variance. The results showed that the application of cognitive theory in independent science learning significantly increased students' understanding and focus on learning compared to the control group. These findings confirm the effectiveness of cognitive theory in increasing students' learning independence and contributing to the development of more optimal learning strategies, both in curriculum preparation and the application of learning methods that can improve the quality of science learning in elementary schools. Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap permasalahan kurangnya fokus siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri 1 Sukasada dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menerapkan teori kognitif dalam pembelajaran mandiri IPA. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas 5 yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, menggunakan teknik purposive random sampling. Data mengenai kemampuan pembelajaran IPA dikumpulkan melalui metode tes, dan analisis data dilakukan menggunakan uji T Polled Varians untuk menguji homogenitas varians data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori kognitif dalam pembelajaran mandiri IPA secara signifikan meningkatkan pemahaman dan fokus belajar siswa dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini menegaskan efektivitas teori kognitif dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa serta memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih optimal, baik dalam penyusunan kurikulum maupun penerapan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di Sekolah Dasar.