Dwi Retno Sulistyaningsih
Universitas Islam Sultan Agung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Relationship Between Stigma and Family Support on the Psychosocial Adaptation of HIV/AIDS Patients Aurora Almira Darwanto; Ahmad Ikhlasul Amal; Dwi Retno Sulistyaningsih
International Journal Of Health Science Vol. 6 No. 1 (2026): March: International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v6i1.6821

Abstract

HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) is a serious illness caused by the HIV virus, which attacks the immune system, leading to high morbidity and mortality. HIV cases in Indonesia reached an estimated 503,201 people in 2024. In addition to biological challenges, people living with HIV/AIDS (PLWHA) face severe psychosocial stress, primarily due to stigma and discrimination within both the family and the wider community. Therefore, the critical aspect of psychosocial adaptation requires a holistic approach, particularly through family support, to reduce stigma and ensure PLWHA receive optimal support. To determine the relationship between stigma and family support on the psychosocial adaptation of HIV/AIDS patients. This study used a quantitative research approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 79 respondents. Sampling was determined using the accidental sampling technique. The data obtained were analyzed using the Spearman's rho correlation test. The results of the Spearman's rho correlation test indicate a relationship between stigma and family support on the psychosocial adaptation of HIV/AIDS patients. A relationship exists between stigma and family support on the psychosocial adaptation of HIV/AIDS patients.
The Correlation Between Antiretroviral (ARV) Adherence and Coping Strategies on the Immune Status of People Living with HIV (PLHIV) Fajar Ibnu Abdulrohman; Ahmad Ikhlasul Amal; Dwi Retno Sulistyaningsih
International Journal Of Health Science Vol. 6 No. 1 (2026): March: International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v6i1.6822

Abstract

Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), caused by the Human Immunodeficiency Virus (HIV), remains a significant global health issue, with an estimated 39.9 million people living with HIV (PLHIV) worldwide. HIV damages the immune system, particularly CD4 T cells, making patients susceptible to opportunistic infections. Given this major impact, immune status is a primary focus for PLHIV, where two key factors adherence to Antiretroviral (ARV) therapy and coping strategies play a vital role. ARV adherence is proven to suppress viral replication and restore CD4 cell count, while adaptive coping strategies assist in managing stress that can weaken the immune response. To determine the correlation between ARV adherence and coping strategies on the immune status of people living with HIV (PLHIV). This study used a quantitative research type with a cross-sectional design. The sample consisted of 64 respondents. Sampling was determined using the Slovin formula technique. The data obtained were analyzed using the Spearman's Rho correlation test. The results of the Spearman's Rho correlation test indicated a correlation between antiretroviral (ARV) adherence and coping strategies on the immune status of people living with HIV (PLHIV). There is a correlation between antiretroviral (ARV) adherence and coping strategies on the immune status of people living with HIV (PLHIV).
Kontrol Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Beata Rivani; Dwi Retno Sulistyaningsih; Iwan Ardian; M. Abdulrrouf
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44533

Abstract

Penyakit Diabetes Melitus (DM) adalah sekumpulan gangguan metabolik yang dapat diidentifikasi melalui hiperglikemia, yang diakibatkan oleh kelainan dalam pelepasan insulin, efektivitas insulin, atau bahkan keduanya. Peningkatan jumlah individu yang terkena dampaknya menjadi isu kesehatan global, karena banyak yang tidak sadar akan kondisi mereka dan potensi komplikasinya. Hal ini menyebabkan pasien kembali ke fasilitas kesehatan dengan kadar glukosa darah yang tinggi serta keadaan yang mendukung munculnya komplikasi. Diabetes Melitus yang tidak terkelola dengan baik dapat mengakibatkan baik komplikasi jangka pendek maupun panjang. Penanganan bagi diabetes melitus mengikuti lima prinsip dasar, yang mencakup pendidikan, pengelolaan nutrisi medis, aktivitas fisik, pengobatan, dan pemantauan glukosa darah secara mandiri. Maksud dari pengendalian kadar glukosa adalah untuk meningkatkan kualitas hidup, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kadar glukosa normal dalam darah berkisar antara 70-150 mg/dL, dan biasanya terjadi peningkatan setelah konsumsi makanan, dengan kadar terendah pada pagi hari sebelum makan. Target untuk kadar glukosa darah sebelum makan adalah antara 80 – 130 mg/dl dan untuk pengukuran 1-2 jam setelah makan adalah kurang dari 180mg/dl. Kadar glukosa darah akan kembali ke keadaan basal dengan menerapkan perilaku pengelolaan mandiri dan keyakinan diri yang tepat serta konsisten. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur, yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menginterpretasi semua temuan terkait suatu topik penelitian, guna menjawab pertanyaan penelitian yang sudah ditentukan sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan adanya dampak positif dari penerapan perilaku pengelolaan mandiri dan keyakinan diri terhadap kontrol kadar glukosa bagi pasien Diabetes Melitus.
A Edukasi Terapi Hipnotis Lima Jari Berbasis Digital Terhadap Kecemasan Pasien Hipertensi: Literatur Review Hana Kamiliya Khairunnisa; Dwi Retno Sulistyaningsih; MG Eny Mulyatsih; Suyanto Suyanto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53516

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi sering disertai kecemasan, dan hipnotis lima jari merupakan teknik relaksasi non-farmakologis yang berpotensi menurunkannya. Perkembangan teknologi memungkinkan edukasi hipnotis lima jari diberikan secara digital, namun bukti efektivitasnya pada pasien hipertensi masih terbatas. Tujuan: Literature review ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi terapi hipnotis lima jari berbasis digital terhadap tingkat kecemasan pada pasien hipertensi. Metode: Pencarian sistematis dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, SpringerLink, dan DOAJ (2020–2025). Strategi pencarian mengikuti kerangka PICO dan pedoman PRISMA 2020. Kriteria inklusi mencakup artikel penelitian asli dengan desain quasi-eksperimen, populasi dewasa/pasien hipertensi, intervensi edukasi hipnotis berbasis digital atau sejenis, serta kecemasan sebagai outcome. Dari 2.184 artikel teridentifikasi, 612 duplikasi dihapus. Setelah penyaringan dan penelaahan, 13 artikel dinilai kelayakannya, dan 10 artikel dimasukkan. Kualitas studi dinilai menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools. Hasil: Seluruh 10 studi quasi-eksperimen melaporkan penurunan kecemasan setelah intervensi edukasi digital hipnotis lima jari. Sebagian besar studi menunjukkan penurunan yang bermakna secara statistik (p < 0,05), dengan media intervensi berupa video digital, modul daring, atau aplikasi elektronik. Kesimpulan: Edukasi terapi hipnotis lima jari berbasis digital merupakan intervensi non-farmakologis yang menjanjikan untuk menurunkan kecemasan pada pasien hipertensi, dengan keunggulan kemudahan akses, fleksibilitas, dan potensi praktik mandiri.