Latar belakang: Daun amis-amisan (Houttuynia cordata Thunb) mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri dan karakteristik sediaan face scrub berbasis ekstrak etanol daun amis-amisan dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30% terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi. Metode: Penelitian juga mengevaluasi efektivitas etanol 96% sebagai pelarut dalam proses ekstraksi dengan metode remaserasi, skrining fitokimia, analisis kromatografi lapis tipis (KLT), serta sifat fisik sediaan. Hasil: Proses ekstraksi menghasilkan 57,07 gram ekstrak dengan rendemen sebesar 28,53%. Skrining fitokimia dan KLT menunjukkan bahwa ekstrak mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Aktivitas antibakteri ditunjukkan oleh diameter zona hambat rata-rata pada sediaan face scrub dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30%, yaitu masing-masing sebesar 1,127 cm, 1,282 cm, dan 1,460 cm. Uji sifat fisik sediaan, meliputi homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan uji iritasi, menunjukkan bahwa seluruh sediaan memenuhi syarat karakteristik fisik. Sediaan face scrub dengan konsentrasi 30% memiliki aktivitas antibakteri terbaik terhadap Staphylococcus aureus dan memenuhi standar fisik sediaan. Simpulan: Penelitian ini mengevaluasi aktivitas antibakteri dan karakteristik sediaan face scrub berbasis ekstrak etanol daun amis-amisan terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun amis-amisan mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid, yang berpotensi memberikan efek antibakteri.