Azmi Yudha Zulfikar
Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ekoteologi dalam Pendidikan Islam: Internalisasi Kesadaran Ramah Lingkungan sebagai Bagian dari Ibadah di Dayah Fathul Ainiyah Al-Aziziyah Azmi Yudha Zulfikar
Journal of Islamic Education and Law Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/258nmy84

Abstract

Kerusakan lingkungan yang semakin meluas merupakan peringatan global tentang perlunya kesadaran ekologis yang mendalam. Dalam konteks Islam, nilai-nilai ekoteologi telah lama diajarkan, namun belum banyak penelitian yang menyoroti bagaimana nilai tersebut diinternalisasikan dalam sistem pendidikan Islam tradisional seperti dayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji internalisasi kesadaran ramah lingkungan sebagai bagian dari ibadah di Dayah Fathul Ainiyah Al-Aziziyah. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap aktivitas santri dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai ramah lingkungan telah menjadi bagian integral dalam kehidupan santri, baik melalui pembelajaran formal seperti tafsir dan fikih yang dikaitkan dengan isu lingkungan, maupun dalam praktik sehari-hari seperti menjaga kebersihan, menanam pohon, dan pengelolaan sampah. Santri memaknai tindakan-tindakan tersebut sebagai bentuk ibadah yang bernilai spiritual, bukan sekadar kewajiban sosial. Temuan ini sejalan dengan pesan Al-Qur’an dalam Surah Ar-Rum ayat 41 tentang kerusakan akibat ulah manusia dan pentingnya kembali kepada nilai-nilai ilahi. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis dalam pengembangan model pendidikan Islam berbasis ekoteologi yang integratif dan aplikatif. Model tersebut dapat menjadi alternatif strategis dalam membentuk generasi yang religius dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.
Transformasi Pendidikan Pesantren Salafiyah di Era Digital: Antara Pelestarian Turats dan Inovasi Pembelajaran Azmi Yudha Zulfikar
Journal of Islamic Education and Law Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Islamic Education and Law
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/n0bnhd13

Abstract

Pesantren salafiyah merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional yang memiliki peran penting dalam pelestarian tradisi keilmuan klasik (turats) di Indonesia. Di tengah perkembangan era digital, pesantren salafiyah dihadapkan pada tantangan untuk beradaptasi dengan inovasi pembelajaran tanpa menghilangkan identitas dan nilai-nilai dasar yang telah mengakar kuat. Berbagai kajian sebelumnya telah membahas pesantren dalam konteks modernisasi dan perubahan sosial, namun sebagian besar masih bersifat umum dan belum mengkaji secara mendalam mekanisme integrasi inovasi pembelajaran digital dengan tradisi pengajaran turats dari perspektif internal pesantren. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana dan mengapa pesantren salafiyah melakukan transformasi pembelajaran di era digital dengan tetap mempertahankan pelestarian tradisi keilmuan. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber tertulis yang relevan, seperti buku, artikel jurnal, dan karya ilmiah yang membahas pesantren salafiyah, turats, serta inovasi pembelajaran digital. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dan interpretatif untuk menemukan pola, kecenderungan, serta dinamika transformasi pendidikan pesantren. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi pendidikan pesantren salafiyah berlangsung secara selektif, gradual, dan berbasis nilai. Inovasi pembelajaran digital dimanfaatkan sebagai sarana pendukung untuk memperkuat efektivitas pembelajaran, bukan sebagai pengganti metode tradisional. Keberhasilan transformasi sangat dipengaruhi oleh peran kiai, budaya pesantren, serta orientasi kuat terhadap pelestarian turats. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi pesantren salafiyah di era digital merupakan proses penguatan tradisi melalui pendekatan kontekstual. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan kerangka konseptual yang lebih komprehensif untuk memahami transformasi pendidikan pesantren salafiyah dalam diskursus pendidikan Islam kontemporer.
Pembelajaran PAI Berbasis Digital Spiritual Well-Being untuk Mengurangi Kecemasan Akademik Siswa Sekolah Dasar Azmi Yudha Zulfikar
Jurnal Seumubeuet Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Seumubeuet
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/jsmbt.v5i1.306

Abstract

The development of digital technology has transformed Islamic Religious Education learning, particularly in material delivery, interactive media use, and students’ access to learning resources. However, the use of technology in Islamic Religious Education has predominantly focused on improving motivation, subject comprehension, and learning outcomes, while its role in supporting spiritual well-being and reducing academic anxiety among elementary school students remains insufficiently explored. This study aims to analyze the concept of digital spiritual well-being-based Islamic Religious Education and its potential to reduce academic anxiety among elementary school students. The study employed a library research method by reviewing books, scholarly articles, previous studies, and academic documents related to digital Islamic Religious Education, spiritual well-being, elementary student development, and academic anxiety. The data were analyzed through classification, reduction, interpretation, comparison, and synthesis of the selected literature. The findings indicate that academic anxiety may manifest as fear of examinations, concerns about grades, difficulty completing assignments, and low self-confidence during learning activities. Digital spiritual well-being-based Islamic Religious Education can be implemented through Islamic reflection videos, prayer and remembrance audio, interactive digital stories, gratitude journals, and reflective activities integrating patience, reliance on God, gratitude, and positive thinking. The study concludes that this approach has the potential to create a calming and meaningful learning environment while supporting students’ emotional readiness. This study contributes to the field by offering a conceptual framework that integrates digital technology, Islamic spiritual values, and academic anxiety management within elementary-level Islamic Religious Education.