Salah satu perkembangan paling berpengaruh dalam teori pengajaran bahasa, khususnya bagi pelajar ESL, adalah konsep kompetensi komunikatif. Konsep ini diyakini mampu merekonstruksi tujuan pembelajaran bahasa kedua (L2) di kelas, menekankan kemampuan siswa untuk berkomunikasi secara efektif. Meski banyak dosen menyadari pentingnya pendekatan Communicative Language Teaching (CLT), mereka sering kali kurang percaya diri dalam penerapannya secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan dosen dan siswa mengenai penerapan CLT di IAIDU Asahan, yang dianggap sebagai strategi efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dosen dalam pelaksanaannya di kelas. Selain itu, artikel ini bertujuan mengeksplorasi dampak penerapan CLT terhadap pengembangan keterampilan berbicara siswa, serta mengevaluasi metode pelaksanaannya. Melalui desain kuasi-eksperimental, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara dengan dosen, observasi kelas, serta metode pre-test dan post-test. Analisis data didasarkan pada skor pre- dan post-test keterampilan berbicara siswa, observasi kelas, serta umpan balik dari dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berbicara bahasa inggris mahasiswa setelah penerapan CLT, meskipun peningkatan ini terkendala oleh keterbatasan fasilitas dan tekanan pada ujian. Observasi juga menunjukkan bahwa mahasiswa masih mengalami kendala dalam penggunaan kosakata dan tata bahasa yang tepat, sehingga peran dosen sebagai fasilitator, pembimbing, dan pemberi umpan balik sangatlah penting. Penelitian ini merekomendasikan kepada pihak sekolah dan pihak berwenang untuk menyediakan pelatihan yang cukup, dukungan fasilitas, serta mengurangi tekanan ujian guna lebih meningkatkan keterampilan berbicara mahasiswa, khususnya di IAIDU Asahan.