Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penbandingan Minat Dan Prestasi Belajar Antara Mahasiswa Berlatar Belakang Pendidikan Pesantren Dan Non Pesantren Di Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri Muhamad Rokim; Yusnan Setiawan
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 1 (2022): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia pendidikan, prestasi belajar banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Di antara berbagai faktor tersebut adalah Minat belajar untuk itu peneliti mengambil rumusan yaitu 1) Bagaimanakah Minat dan prestasi belajar mahasiswa yang latar belakang pondok pesantren? 2) Bagaimanakah Minat dan prestasi belajar mahasiswa yang latar belakang non pondok pesantren? 3) apakah terdapat perbedaan Minat dan prestasi belajar antara mahasiswa yang latar belakang pondok pesantren dan non pondok pesantren?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket, dokumentasi, populasi peneliatian ini sekaligus di jadikan sampel sebanyak 110 adalah mahaiswa jurusan pendidikan bahasa arab Analisis data statistik dengan rumus t-test independent. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Terdapat perbedaan yang signifikan antara Minat dan prestasi belajar mahasiswa yang berlatar belakang pondok pesantren dan non pondok pesantren. dengan perbandingan skor rata-rata Minat belajarnya 115,00 : 99,67, sementara perbandingan perbedaan tingkat prestasi belajarnya 81,86: 79,13. Hasil analisis perhitungan statistik melalui rumus t-test independent diperoleh hasil nilai Sig (2-tailed) untuk Minat sebesar 0,000 dan prestasi sebesar 0,004 yang lebih kecil dari pada nilai alpha 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan Minat dan prestasi belajar antara mahasiswa yang berlatar belakang pondok psantren dan non pondok pesantren di jurusan pendidikan bahasa arab IAIN Kediri.
Surat Al-Insyirah Dalam Perspektif Nakiroh Dan Ma’rifah Yusnan Setiawan; Muhamad Rokim
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 2 (2022): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-qur’an dan bahasa arab adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, sebab al-qur’an sendiri memang diturunkan dengan menggunakan bahasa arab. Sebagai non-arab tentu tidak mudah belajar bahasa arab, apalagi menggunakannya untuk belajar memahami al-qur’an, karena memang dari segi kosa kata saja antara bahasa arab dan bahasa Indonesia sangat jauh jumlahnya, Maka tidak mengherankan jika dalam bahasa arab terdapat lafadz-lafadz yang memiliki arti sama pada bahasa Indonesia. Dan dalam bahasa arab sendiri terdapat banyak sekali cabang ilmu yang mesti dipelajari, dan nahwu menjadi salah satunya. Disini penulis akan melakukan penelitian terhadap salah satu kaidah yang terdapat di ilmu nahwu tersebut, yaitu kaidah nakiroh dan ma’rifah. Dari kaidah tersebut penulis akan mengimplementasikannya ke dalam salah satu surat dalam al-qur’an yaitu surat al-insyirah.Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif studi kepustakaan (libraryresearch) dengan menggunakan pendekatan sejarah (historis). Penelitian dengan menggunakan kaidah nakiroh dan ma’rifah ini penulis mendapatkan perspektif lain yang luar biasa tentang surat al-insyirah yaitu “sesungguhnya beserta suatu atau satu kesulitan terdapat banyak kemudahan”.
Membangun Etika Referensi Berislaman melalui Analogi Air dalam Fiqh Thaharah Di Era Modern Yusnan Setiawan
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 5 No. 1 (2026): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meluasnya penyebaran referensi keagamaan di ruang digital telah mengubah secara signifikan pola transmisi pengetahuan Islam. Namun, fenomena ini juga diiringi dengan lemahnya literasi sanad, terjadinya krisis otoritas keilmuan, serta maraknya penyebaran dalil tanpa proses verifikasi yang memadai. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya suatu kerangka etika berreferensi yang tidak hanya bertumpu pada prinsip literasi digital kontemporer, tetapi juga berlandaskan pada epistemologi Islam. Artikel ini bertujuan merumuskan model etika referensi berislaman melalui analogi empat jenis air dalam fiqh thaharah sebagai pendekatan konseptual literasi keagamaan di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif konseptual dengan pendekatan analogi normatif dan hermeneutik fikih. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan terhadap kitab serta literatur fiqh ibadah, disertai dokumentasi terhadap fenomena konten keagamaan digital. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi konsep, pemetaan analogis, dan penafsiran normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi air dalam fiqh—air mutlak, musta‘mal, musyammas, dan mutanajjis—dapat direformulasikan sebagai tipologi kualitas referensi keislaman, yaitu referensi primer yang otoritatif, referensi sekunder yang bersifat penjelas, referensi yang bermuatan kepentingan, serta referensi yang terdistorsi atau bersifat hoaks. Temuan ini menegaskan bahwa krisis referensi di era digital bukan semata persoalan teknologis, melainkan persoalan epistemologis yang dapat direspons melalui revitalisasi prinsip kemurnian, kehati-hatian, dan verifikasi dalam tradisi fiqh. Dengan demikian, analogi fiqh thaharah relevan sebagai dasar pengembangan etika literasi digital keagamaan yang mendukung penguatan moderasi beragama di ruang publik. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji model konseptual ini secara empiris pada perilaku pengguna media sosial Muslim.
Membangun Etika Referensi Berislaman melalui Analogi Air dalam Fiqh Thaharah Di Era Modern Yusnan Setiawan
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 5 No. 1 (2026): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meluasnya penyebaran referensi keagamaan di ruang digital telah mengubah secara signifikan pola transmisi pengetahuan Islam. Namun, fenomena ini juga diiringi dengan lemahnya literasi sanad, terjadinya krisis otoritas keilmuan, serta maraknya penyebaran dalil tanpa proses verifikasi yang memadai. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya suatu kerangka etika berreferensi yang tidak hanya bertumpu pada prinsip literasi digital kontemporer, tetapi juga berlandaskan pada epistemologi Islam. Artikel ini bertujuan merumuskan model etika referensi berislaman melalui analogi empat jenis air dalam fiqh thaharah sebagai pendekatan konseptual literasi keagamaan di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif konseptual dengan pendekatan analogi normatif dan hermeneutik fikih. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan terhadap kitab serta literatur fiqh ibadah, disertai dokumentasi terhadap fenomena konten keagamaan digital. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi konsep, pemetaan analogis, dan penafsiran normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi air dalam fiqh—air mutlak, musta‘mal, musyammas, dan mutanajjis—dapat direformulasikan sebagai tipologi kualitas referensi keislaman, yaitu referensi primer yang otoritatif, referensi sekunder yang bersifat penjelas, referensi yang bermuatan kepentingan, serta referensi yang terdistorsi atau bersifat hoaks. Temuan ini menegaskan bahwa krisis referensi di era digital bukan semata persoalan teknologis, melainkan persoalan epistemologis yang dapat direspons melalui revitalisasi prinsip kemurnian, kehati-hatian, dan verifikasi dalam tradisi fiqh. Dengan demikian, analogi fiqh thaharah relevan sebagai dasar pengembangan etika literasi digital keagamaan yang mendukung penguatan moderasi beragama di ruang publik. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji model konseptual ini secara empiris pada perilaku pengguna media sosial Muslim.