Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kanker serviks dan gen Fas-promoter-670 MLE Parwanto
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 2 No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2019.v2.90-91

Abstract

Kanker serviks merupakan keganasan pada serviks. Jenis kanker tersebut terjadi pada perempuan dan masih menjadi masalah di Indonesia. Indonesia merupakan negara urutan ke 4 di Asia Tenggara dengan insiden kanker serviks terbesar setelah Kamboja, Myanmar dan Thailand. Berdasar data statistik tahun 2012, tingkat insidensi (incidence rate) kanker serviks di Indonesia 17 per 100.000 perempuan per tahun.(1) Telah terbukti bahwa penyebab primer terjadinya kanker serviks yaitu virus papilloma atau yang lebih dikenal dengan istilah “human papillomavirus (HPV)”. Terdapat beberapa jenis serotype HPV, tetapi tidak semua jenis serotype bersifat progesif menjadikan kanker serviks. Salah satu serotype yang bersifat progesif menjadikan kanker serviks yaitu HPV serotype 16. HPV serotype 16 mampu mengubah sel epitel squamosa serviks (cervical-squamous-epithelial cells=CSEC) normal menjadi lesi intraepitelial squamosa tingkat rendah (low-grade squamous intraepithelial lesion=LSIL) atau neoplasia intraepitel serviks (cervical intraepithelial neoplasia=CIN) 1. Selanjutnya, LSIL atau CIN 1 berkembang menjadi lesi intraepitelial squamosa tingkat tinggi (high-grade squamous intraepithelial lesion=HSIL) atau CIN 2, dan akhirnya menjadi kanker serviks yang invasif (invasive cervical cancer=CIN3).(2)
Deteksi spora Bacillus anthracis MLE Parwanto
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 2 No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2019.v2.130-131

Abstract

Bacillus anthracis ditemukan dalam 2 bentuk yaitu bentuk vegetatif dan bentuk spora. Pada prinsipnya, faktor virulensi anthrax karena produksi kapsul dan eksotoksin selama fase vegetatif.(1) Spora B. anthracis berupa endospora dan merupakan agen infeksi yang tahan terhadap panas, kering, zat kimia maupun iradiasi serta dapat bertahan dalam waktu yang lama. (2) Infeksi spora B. anthracis mengakibatkan penyakit anthrax antara lain pada usus, kulit dan paru-paru. Penyakit anthrax termasuk penyakit zoonosis yang berpotensi mematikan terhadap manusia.(3)
Virus Corona (2019-nCoV) penyebab COVID-19 MLE Parwanto
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2020.v3.1-2

Abstract

Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei di China tengah, adalah provinsi ketujuh terbesar di negara itu dengan populasi 11 juta orang. Pada awal Desember 2019 seorang pasien didiagnosis menderita pneumonia yang tidak biasa. Pada 31 Desember, kantor regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Beijing telah menerima pemberitahuan tentang sekelompok pasien dengan pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya dari kota yang sama.(1)