Riset ini dirancang untuk menguji dampak Current Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Return on Assets atas Harga Saham bagi perusahaan subsektor farmasi yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia rentang tahun 2018-2025. Prosedur yang diterapkan berupa rancangan kuantitatif melalui corak deskriptif serta verifikatif. Penetapan sampel kajian dilaksanakan mempraktikkan metode purposive sampling hingga menjaring 8 perusahaan subsektor farmasi dalam durasi observasi 8 tahun, dengan demikian keseluruhan unit data yang diteliti akumulasinya mencapai 64 pengamatan. Pengolahan data dilakukan memanfaatkan pengujian asumsi klasik, pemodelan regresi linier berganda, evaluasi koefisien determinasi, pengujian mandiri (uji t), serta pengujian bersamaan (uji F) berbantuan peranti lunak SPSS. Temuan kajian membuktikan bahwa secara individu, Current Ratio dan Debt to Equity Ratio tidak memberikan dampak bermakna atas Harga Saham, sementara itu Return on Assets memberikan kontribusi nyata terhadap Harga Saham. Secara bersama-sama, Current Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Return on Assets berdampak nyata atas Harga Saham berlandaskan perolehan F-hitung senilai 7,557 serta tingkat signifikansi 0,000. Besaran Adjusted R Square senilai 29,7% mengisyaratkan bahwa fluktuasi Harga Saham mampu diterangkan oleh ketiga variabel bebas tersebut, adapun porsi selebihnya senilai 70,3% dipaparkan oleh elemen lain eksternal dari kerangka kajian. Output tersebut menandakan bahwa profitabilitas perusahaan bertindak sebagai tolak ukur yang lebih utama untuk penanam modal ketimbang rasio likuiditas maupun komposisi modal guna menetapkan langkah penanaman dana dalam saham perusahaan farmasi.