Ahmad Akbar
Magister Pendidikan Agama Islam, IAIN Pontianak,Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Materi Akhlak untuk Generasi Z di MAN 1 Ketapang Ahmad Akbar; Mas’adah Mas’adah; Mochammad Pandu Agustiawan; Sukino Sukino; Triyo Supriyatno
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 3 (2024): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v12i3.16586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan materi akhlak yang relevan dengan kebutuhan Generasi Z, khususnya dalam menghadapi tantangan moral di era teknologi digital. Teknologi digital menghadirkan peluang dan tantangan baru bagi siswa, seperti akses informasi tanpa batas, media sosial, dan pola interaksi virtual. Hal ini menuntut pembelajaran akhlak yang dapat membimbing siswa menjadi pengguna teknologi yang bijak dan bertanggung jawab.Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif, melibatkan observasi, wawancara, dan evaluasi untuk memahami kebutuhan siswa di MAN 1 Ketapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan materi akhlak berbasis pendidikan karakter meliputi lima tahap utama: analisis kebutuhan, penyusunan kurikulum berbasis teknologi, pengembangan materi yang relevan, implementasi pembelajaran, dan evaluasi dampaknya. Materi dirancang untuk membangun kesadaran siswa terhadap penggunaan teknologi yang positif, seperti memanfaatkan media sosial untuk kebaikan, menghindari penyebaran informasi palsu (hoaks), dan mencegah perilaku negatif seperti perundungan siber (cyberbullying).Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa tentang pentingnya etika digital, empati dalam komunikasi online, serta integritas dalam memanfaatkan teknologi. Peran guru sebagai fasilitator sangat penting dalam membimbing siswa menjadi generasi yang bermoral, adaptif, dan bijaksana di tengah perkembangan teknologi. Penelitian ini merekomendasikan integrasi nilai-nilai akhlak dengan literasi digital sebagai pendekatan strategis dalam pembelajaran di era digital
Komparasi Desain Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Model Jerrold E Kemp,Walter Dick dan Lou Carey serta I Nyoman Sudana Degeng Ahmad Akbar; Wahab .; Syamsul Kurniawan
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 3 (2024): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v12i3.16259

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui langkah-langkah dalam mengorganisasi, menetapkan, dan mengembangkan strategi pengorganisasian konten pembelajaran pendidikan agama Islam melalui desain pembelajaran profesional pendidikan agama Islam (PAI). Sementara itu, teori yang digunakan dalam masalah ini adalah teori model desain pembelajaran yang merujuk pada pendekatan sistem, yang dikembangkan oleh Kemp, Dick dan Carey, serta model Degeng, di mana semuanya mencakup analisis kondisi pembelajaran, pengembangan strategi pembelajaran, dan pengembangan prosedur pengukuran pembelajaran.Artikel ini merupakan jenis penelitian kepustakaan, yang bersifat deskriptif-analitis. Metode berpikir dalam artikel ini menggunakan metode induktif, di mana pembahasannya menganalisis data dari fakta-fakta yang spesifik menuju fakta-fakta umum mengenai desain pengembangan pembelajaran PAI.Hasil studi dalam artikel ini menunjukkan bahwa: (1) Desain pengembangan pembelajaran PAI dengan menggunakan model Kemp bertumpu pada empat elemen dasar perencanaan pembelajaran, yaitu siswa, tujuan, metode, dan evaluasi. Model desain pengembangan Dick dan Carey merujuk pada pendekatan sistem, sementara model desain pengembangan Degeng didasarkan pada variabel-variabel yang memengaruhi pembelajaran dalam bentuk tujuan dan karakteristik bidang studi, sumber daya dan hambatan pembelajaran, karakteristik peserta didik, tujuan pembelajaran serta isi pembelajaran, strategi pengorganisasian konten pembelajaran, strategi penyampaian konten pembelajaran, strategi manajemen pembelajaran, dan pengembangan prosedur pengukuran hasil pembelajaran. (2) Langkah-langkah dalam desain pengembangan pembelajaran PAI di sekolah dan madrasah meliputi: analisis standar kompetensi, bahan ajar, karakteristik siswa, pemilihan dan penentuan pendekatan, serta evaluasi hasil belajar.
Pengaruh Model Think Pair Share dan Model Retelling Story Terhadap Kemampuan Menyimak dan Keterampilan Kolaborasi Siswa : Studi Kuantitatif di MAN 1 Ketapang Ahmad Akbar; Annisa Rezki Eka Putri Wahyudi; Mochammad Pandu Agustiawan; Sumin Sumin
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i1.17414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Think Pair Share dan Retelling Story terhadap kemampuan menyimak dan keterampilan kolaborasi siswa di MAN 1 Ketapang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimental kuasi menggunakan desain pretest-posttest control group. Data dianalisis menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS. Sampel penelitian terdiri dari 114 siswa yang dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Think Pair Share secara signifikan meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa, sedangkan model Retelling Story memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan menyimak. Namun, model Think Pair Share tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menyimak, dan model Retelling Story tidak memberikan dampak yang berarti terhadap keterampilan kolaborasi. Temuan ini diperkuat dengan analisis model struktural yang menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan interaksi sosial dan pemahaman siswa terhadap materi secara berbeda.Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada interaksi sosial memiliki dampak positif terhadap pengembangan keterampilan abad ke-21, khususnya dalam aspek menyimak dan kolaborasi. Hasil ini memberikan implikasi bagi pendidik dalam memilih strategi pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam lingkungan madrasah.
Efektifitas Program Peer Teaching dan Dampaknya Terhadap Keterampilan Kolaborasi: Studi Kualitatif di MAN 1 Ketapang Ahmad Akbar; Sumin .
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i1.17134

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 menuntut penguasaan keterampilan kolaborasi untuk menghadapi tantangan global. Salah satu pendekatan inovatif untuk mendukung keterampilan ini adalah program peer teaching, yang melibatkan siswa sebagai pengajar sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas program peer teaching di MAN 1 Ketapang dan dampaknya terhadap keterampilan kolaborasi siswa. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini, melibatkan metode observasi, wawancara..Hasil penelitian menunjukkan bahwa peer teaching mampu meningkatkan keterampilan komunikasi, kerja sama, dan pemecahan masalah siswa. Selain itu, program ini juga meningkatkan rasa percaya diri dan tanggung jawab siswa sebagai tutor. Namun, terdapat tantangan berupa kesiapan siswa dalam peran sebagai tutor dan keterbatasan waktu pelaksanaan program. Solusi yang diterapkan meliputi pendampingan intensif oleh guru, pelatihan tutor, dan fleksibilitas jadwal.Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi sekolah untuk mengintegrasikan program peer teaching sebagai bagian dari strategi pembelajaran kolaboratif. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup lokus yang spesifik dan durasi waktu penelitian yang terbatas. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengkaji implementasi program di lingkungan sekolah lain dengan variasi konteks.