Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALYSIS OF COFFEE ROASTING PROCESS IMPROVEMENT AT SMALL COFFEE USING SEVEN TOOLS AND TRIZ METHOD Anggoro Lanjar Siswanto; Amelia Nur Fariza; Decut Della Oganda
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 4 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i4.3132

Abstract

This study aims to improve the quality of the coffee roasting process at Small Coffee, an MSME located in Cikarang, by applying the TRIZ (Theory of Inventive Problem Solving) method and the Seven Tools of Quality Control. The roasting process often faces defects in coffee beans, such as unripe, broken, and burnt beans, which reduce product quality and customer satisfaction. To determine the root causes and influencing factors, the study utilized a fishbone diagram, affinity diagram, and scatter diagram. These tools helped identify critical process inefficiencies and quality issues. Subsequently, the TRIZ method was employed to propose innovative solutions that resolve contradictions in the roasting process without creating new problems. The proposed improvements are expected to enhance process efficiency, lower the defect rate, and ensure consistent product quality. Moreover, the implementation of these solutions provides tangible benefits for Small Coffee and serves as a model for other MSMEs in the coffee industry aiming to boost their competitiveness and long-term sustainability. This research highlights the synergy between systematic problem-solving tools and innovation frameworks in optimizing small-scale industrial processes.
DRUG INVENTORY CONTROL USING THE ABC-VEN METHOD AT HEALTH SERVICE UNITS IN KARAWANG CITY Ani Sakila; Dicky Suryapranatha; Decut Della Oganda
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 4 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i4.3210

Abstract

Uncontrolled drug inventory is a significant challenge in health services, especially in remote areas, resulting in high rates of expired drugs and budget waste. The mismatch between drug stock and needs can disrupt the quality of health services provided to the community. This study aims to analyze drug inventory control using the ABC-VEN combination method, which groups drugs based on consumption value and level of medical importance. The methods applied include observation, interviews, documentation, and analysis of drug use data from July to December 2024. The ABC analysis categorizes drugs into three groups based on investment value: A (70%), B (21%), and C (9%). Meanwhile, the VEN analysis classifies drugs as Vital (13%), Essential (59%), and Non-Essential (27%). The results of the ABC-VEN combination show that 17% of drug items are included in the priority group, 46% in the main group, and 38% in the additional group. These findings provide a strong basis for determining priorities in drug procurement and supervision. The conclusion of this study confirms that the ABC-VEN method has proven effective in increasing the efficiency of inventory management, reducing the risk of expired drugs, and supporting more rational decision-making in drug procurement.
Literature Review Sistem Pemantauan Proses Produksi berbasis IoT pada Industri Tekstil Tradisional: Studi Kasus Potensial pada Batik Ade Suhara; Fathan Mubina Dewadi; Agus Supriyanto; Roban; Decut Della Oganda
JADI (Jurnal Teknik Industri) Vol. 1 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Indie Press Edutaste

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisasi dalam industri tekstil tradisional, khususnya batik, menjadi tantangan sekaligus peluang dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus meningkatkan efisiensi produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan sistem pemantauan proses produksi berbasis Internet of Things (IoT) dalam industri batik melalui pendekatan studi literatur. Beberapa referensi digunakan untuk menganalisis integrasi teknologi IoT terhadap efisiensi energi, kontrol kualitas, manajemen data produksi, serta aspek keberlanjutan lingkungan dan ekonomi. Hasil kajian menunjukkan bahwa IoT memiliki potensi besar dalam mendukung otomatisasi pemantauan proses seperti pewarnaan, pengeringan, dan pengendalian suhu serta kelembapan pada proses batik. Namun, implementasinya memerlukan pendekatan desain sistem yang kontekstual dan partisipatif, dengan mempertimbangkan karakteristik budaya, kapasitas teknis pengrajin, dan dukungan dari ekosistem digital lokal. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi transformasi digital yang selaras dengan nilai-nilai tradisional, guna memperkuat daya saing industri batik dalam era Industri 4.0.
Pengendalian Risiko Pada Proses Press Untuk Menurunkan NG Dengan Menerapkan Metode ISM dan HOR: (Studi Kasus: PT Rubber Part) Rizky Umar Dani; Muhamad Sayuti; Decut Della Oganda; N. Neni Triana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1114

Abstract

Dalam industri manufaktur, tingginya jumlah produk tidak sesuai standar (Non-Good/NG) dapat berdampak negatif terhadaap kualitas, efisiensi produksi, dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji risiko pada proses press di PT Rubber Part yang berkontribusi terhadap tingginya jumlah produk cacat (Non-Good/NG). Dua metode yang digunakan adalah Interpretive Structural Modeling (ISM) untuk memetakan hubungan hierarki antar risiko dan House of Risk (HOR) untuk memprioritaskan dan menangani agen risiko. Dari 12 variabel risiko awal, ISM berhasil mengidentifikasi 6variabel risiko utama yang berpotensi besarmempengaruhi risiko proses press. HOR Tahap 1digunakan untuk mengevaluasi potensi risiko secaraagregat melalui perhitungan Aggregate Risk Potential (ARP) serta pendekatan Pareto untuk menyaring agenrisiko paling kritis. Empat agen risiko dengan skortertinggi dipilih sebagai prioritas penanganan dan dianalisis lebih lanjut pada HOR Tahap 2. Pada tahap ini, dihasilkan 4 strategi mitigasi risiko yang dirancang secara khusus untuk merespons agen risiko utama tersebut. Penentuan prioritas strategi dilakukan berdasarkan rasio antara efektivitas dan tingkat kesulitan implementasi (Effectiveness to Difficulty Ratio/ETDk). Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ISM dan HOR efektif dalam merumuskan strategi pengendalian risiko yang dapat menurunkan tingkat NG dan meningkatkan kualitas proses produksi. Penelitian inidiharapkan dapat menjadi acuan perusahaan dalam meningkatkan efisiensi proses produksi.
Optimasi Kualitas Produk Stamping Dengan Metode Six Sigma DMAIC Yuswanda Ahmad Fadila; Ade Astuti Widi R; Decut Della Oganda
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1111

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan kualitas produk stamping pada komponen Pipe R (Part Number 50500-K2F-N000-20) di PT XYZ dengan menggunakan metode Six Sigma pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Data produksi Januari–Mei 2024 menunjukkan total 397 unit cacat dari 237.100 unit produksi, dengan jenis cacat dominan Part Pendek (53,4%) dan Burry (46,6%). Hasil perhitungan diperoleh nilai rata-rata DPMO sebesar 744,14 dan tingkat sigma 4,84, yang tergolong baik sesuai standar industri rata-rata di USA. Namun, analisis P-Chart mengindikasikan proses belum sepenuhnya stabil secara statistik karena terdapat titik out of control. Analisis Pareto dan Fishbone mengungkap penyebab cacat berasal dari faktor manusia, mesin, material, metode, pengukuran, dan lingkungan. Usulan perbaikan meliputi revisi SOP pengaturan mesin, pelatihan operator, preventive maintenance rutin, verifikasi material sebelum produksi, dan kalibrasi alat ukur terjadwal. Implementasi langkah pengendalian diharapkan mampu menekan angka cacat, menjaga konsistensi kualitas, dan meningkatkan stabilitas proses produksi.