Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : BioHealth

ANALISIS KUALITAS CITRA RADIOGRAFI CR DENGAN SIGNAL TO NOISE RATIO (SNR) DAN CONTRAS TO NOISE RATIO (CNR) MENGGUNAKAN MICRODICOM Rivi Astria; Nani Lasiyah; Romi Mulyadi
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 1 No 1 (2024): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/93ne3e89

Abstract

Citra sinar-X diperoleh dari hasil digitalisasi sebanyak-banyaknya dari proses scanner atau pemindai pasien. Citra sinar-X terkadang memiliki noiseyang dapat mempengaruhi kualitas citra. Deteksi diagnostik dengan radiografi adalah teknik yang paling umum digunakan. Namun, dalam beberapa kasus penyakit yang ada pada tubuh pasien tidak dapat dideteksi karena tertutup oleh kebisingan (noise) atau karena kualitas citra yang buruk. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisa kualitas hasil citra sinar-X dengan parameter yang berbeda pada radiografi kemudian dianalisa menggunakan Software Microdicom untuk mencari nilai Signal to Noise Ratio (SNR) dan Contras to Noise Ratio (CNR). Penelitian ini menggunakan metode dalam menganalisa citra yaitu menggunakan Signal to Noise Ratio (SNR) dan Contras to Noise Ratio (CNR). Signal to Noise Ratio (SNR) dan Contras to Noise Ratio (CNR) dapat digunakan untuk melihat tingkatan kualitas citra yang rendah karena SNR dan CNR merupakan pengukur tingkat kebisingan atau noise pada citra sinar-X. Pada penelitian ini menggunakan 4 parameter citra radiografi yaitu parameter Thorax, Clavicula, Pelvis, dan Molar. Hasilcitra radiografi Thorax, pelvis, Clavicula dan Molar diperoleh nilai SNR dan CNR yang berbeda-beda. Dari nilai rata-rata SNR dan CNR setiap citra, parameter citra radiografi yang memiliki nilai SNR tertinggi yaitu citra Pelvis dengan nilai SNR 9,25 sedangkan parameter citra radiografi yang memiliki nilai CNR tertinggi yaitu citra Molar dengan nilai CNR -0,71. Berdasarkan dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwasannya penggunaan software microdicom tergolong mudah untuk digunakan dalam menganalisa hasil citra radiografi dengan nilai SNR dan CNR.”
ANALISIS TINGKAT KESELAMATAN PERALATAN PROTEKSI RADIASI TERHADAP RADIOGRAPHER PADA RUMAH SAKIT B PEKANBARU Ahmad Andriza Mustofa; Nur Hadziqoh; Nani Lasiyah
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 1 No 1 (2024): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kg555e26

Abstract

Paparan dari sinar radiasi bersifat akumulatif dan mengakibatkan banyak dampak berbahaya seperti efek stokastik dan non stokastik terhadap pekerja radiasi dan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penerapan prosedur keselamatan radiasi yang memenuhi persyaratan dari standar peraturan Bapeten No.4 Tahun 2020. Pada peraturan ini, ditetapkan beberapa hal dalam upaya keselamatan radiasi antara lain adalah penggunaan Alat Pelindung Diri seperti Apron, Pelindung Mata dan Tiroid, Pelindung Tangan, serta penggunaan Dosimeter Pasif Personal untuk memonitor dosis yang diterima pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi SOP dari penggunaan Alat pelindung Diri dan Pemantauan Dosis Personal dari pekerja radiasi pada Radiologi Rumah Sakit B. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Komparatif dengan melakukan survey dan observasi langsung dalam melakukan pengambilan data dengan objek yang diamati berupa Alat Pelindung Diri dan Arsip Dosimeter Pasif Personal. Persentase dari kesesuaian penerapan peralatan proteksi radiasi akan diukur dengan menggunakan Checklist yang mengacu pada SOP Bapeten, dan setelah itu dilakukan wawancara sebagai data pendukung dari penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan persentase kesesuaian penerapan peralatan proteksi radiasi dengan sebagai berikut : Apron dengan persentase 87,5% dinyatakan memenuhi persyaratan, Pelindung Mata 83% memenuhi persyaratan, Sarung Tangan 37,5% Kurang memenuhi persyaratan, dan Pelindung Tiroid dinyatakan tidak memenuhi persyaratan dikarenakan tidak tersedia pada Rumah Sakit B, serta penerapan dari penggunaan Dosimeter Pasif Personal dengan persentase 100% memenuhi persyaratan.