Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI PELAYANAN KERETA API EKONOMI AC JARAK JAUH (STUDI KASUS KERETA API EKONOMI AC GAJAH WONG) THE EVALUATION OF RAIL TRANSPORTATION CLASS ECONOMY AC FOR LONG DISTANCE (CASE STUDY OF GAJAH WONG ECONOMY AC TRAIN) Erna Suharti
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 4 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v15i4.1199

Abstract

Transportasi kereta api sebagai angkutan massal sudah saatnya dibenahi dan dikembangkan untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan. Salah satu pembenahan transportasi kereta api yang saat ini dilakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) adalah mengoperasikan kereta api (KA) ekonomi-AC untuk rute kereta api jarak jauh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kereta api ekonomi AC jarak jauh dan juga harapan penumpang untuk peningkatan pelayanan di masa depan. Penelitian dilakukan di KA ekonomi AC Gajah Wong dengan survei wawancara on board. Hasil analisis variabel aspek pelayanan, KA ekonomi AC Gajah Wong sudah memberikan pelayanan yang baik kepada penumpang namun belum memberikan kepuasan secara efektif. Hal ini terbukti dengan tingkat kepuasan dari indikator sarana dan sistem informasi adalah sebesar 75,018%, dari indikator operasional sebesar 72.773%, dan indikator SDM/Petugas adalah sebesar 74,728%, serta tingkat kepuasan total konsumen adalah sebesar 74,380% yang berada pada range Cause For Concern (71 % < X ≤ 77%).
PERSEPSI PENUMPANG TERHADAP PERALATAN KESELAMATAN DI DALAM KERETA API PASSENGER PERCEPTION OF THE EQUIPMENT SAFETY IN RAILWAYS Ellenlies Ellenlies; Erna Suharti
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 2 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v15i2.1214

Abstract

Penelitian persepsi penumpang terhadap peralatan keselamatan di dalam kereta api dilakukan dalam rangka melihat sejauhmana masyarakat sebagai penumpang kereta api mengetahui tentang peralatan keselamatan yang ada di dalam kereta api. Penelitian dilakukan di DAOP 2 Bandung dengan survei wawancara kepada penumpang kereta api Argo Parahyangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi penumpang terhadap peralatan keselamatan di dalam kereta api dan upaya perbaikan peralatan keselamatan yang ada. Analisis dalam penelitian ini dengan metode deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 150 responden 53%  takut terjadi kecelakaan ketika naik kereta api, 69 % responden tidak pernah melihat peralatan keselamatan di dalam kereta api, 55% responden tidak mengerti dan tidak mampu menggunakan peralatan keselamatan. 51% responden menginginkan menambah peralatan keselamatan untuk menambah rasa aman. Jenis peralatan keselamatan yang paling diinginkan adalah pemadam kebakaran (25%), alat P3K (13%), palu (11%), dan pintu otomatis (4%). Sebanyak 93% responden menginginkan adanya petunjuk penggunaan peralatan keselamatan. Mengenai letak peralatan keselamatan, 85% responden menginginkan di dekat jendela agar mudah dilihat. Sedangkan 87%  responden menginginkan denda uang untuk hukuman bagi yang mengambil peralatan keselamatan. Dari hasil survei juga didapatkan bahwa DAOP 2 Bandung telah memperbaiki peralatan keselamatan yang ada dengan inovasi pada pemadam kebakaran dengan cara dilempar untuk memadamkan api. Alat tersebut hanya dipegang oleh petugas yang berwenang dikarenakan harganya cukup mahal. Selain itu juga mengganti kaca kereta api dengan mika/akrilik agar tidak mudah pecah jika dilempar batu, kecuali untuk jendela darurat, dan menambah jumlah palu yang sudah banyak yang hilang.