Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL MIKROSIMULASI ARUS LALU LINTAS UNTUK MEMPREDIKSI LEVEL OF SERVICE TERHADAP PERUBAHAN POLA PELAYANAN ANGKUTAN LANJUTAN (Studi Kasus Pada Kawasan Stasiun Palmerah Jakarta) Irfan Wahyunanda; Imam Muthohar; Muhammad Zudhy Irawan
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v23i1.1558

Abstract

Banyaknya aktifitas ojek online yang tidak terkontrol di kawasan stasiun membuat permasalahan berupa tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi sehingga menimbulkan kemacetan dan gangguan terhadap angkutan lanjutan bus Transjakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perubahan kinerja ruas jalan dengan melakukan analisis pada kondisi eksisting, kondisi jika terdapatnya fasilitas integrasi dan kondisi dalam mengatasi permasalahan terhadap ojek online. Penelitian ini menggunakan pendekatan berdasarkan MKJI tahun 1997 untuk mengetahui kapasitas ruas jalan di kawasan Stasiun Palmerah dan penentuan kinerja ruas jalan dan level of service berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 96 tahun 2015. Analisis selanjutnya  dilakukan dengan menggunakan simulasi perangkat lunak Vissim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya fasilitas integrasi dan penanganan ojek online peningkatan kinerja ruas jalan khususnya di jalan terdampak langsung yaitu pada Jalan Tentara Pelajar 2 (arah Pejompongan) memiliki volume dari 2508 smp/jam  menjadi 2519.6 smp/jam dengan kerapatan 308 kend/km menjadi 262 kend/km dan kecepatan 14.57 km/jam menjadi 17.21 km/jam, ruas Jalan Tentara Pelajar 3 (arah Kebayoran Lama) memiliki volume dari 1749.2 smp/jam menjadi 1880.4 smp/jam dengan kerapatan 456 kend/km menjadi 238 kend/km dan kecepatan 7.51 km/jam menjadi 15.44 km/jam, ruas  Jalan Pejompongan Raya memiliki volume dari 1044.7 smp/jam menjadi 1108.8 smp/jam dengan kerapatan 233 kend/km menjadi 153 kend/km dan kecepatan 8.57 km/jam menjadi 13.85 km/jam dan ruas Jalan Palmerah Timur memiliki volume 756.6 smp/jam menjadi 778.3 smp/jam dengan nilai kerapatan 58 kend/km menjadi 49 kend/km dan kecepatan 26.57 km/jam menjadi 31.97 km/jam sehingga membuat peningkatan level of service dari “E” menjadi “D”.
Technological Advancements in Maritime Education: A Collaborative Approach Diah Zakiah; Bambang Kurniadi; Irfan Wahyunanda; Panderaja Soritua Sijabat; Yusuf Pria Utama; Pesta Veri Ahmadi
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 16 No 1 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55511/jpsttd.v16i1.727

Abstract

This qualitative research examines the integration of industry professional expertise within maritime engineering education through comprehensive analysis of perspectives from four maritime industry professionals and four academic educators. The study employs descriptive analytical methodology to investigate knowledge transfer effectiveness and technological innovation adoption within maritime engineering education programs. Findings reveal significant gaps between industry competency requirements and current educational outcomes, particularly in practical problem-solving capabilities, technology adaptation skills, and collaborative decision-making competencies. Industry professionals consistently rate educational effectiveness lower than academic educators across critical competency domains, indicating substantial opportunities for improvement through enhanced industry-academia collaboration. The research identifies mentorship programs, collaborative projects, and innovative assessment methodologies as high-impact approaches for addressing educational enhancement opportunities. Technology integration analysis reveals critical gaps between current educational practices and industry technological advancement, emphasizing urgent needs for systematic approaches to maintaining curriculum relevance. The study establishes evidence-based frameworks for sustainable industry-academia collaboration that can enhance maritime engineering education effectiveness while addressing evolving industry competency requirements. Results demonstrate that systematic integration of professional expertise yields measurable improvements in student engagement, graduate employment outcomes, and industry satisfaction with educational programs.