Ahmad Soimun
Manajemen Transportasi Perkeretapian, Politeknik Perkeretapian Indonesia Madiun Jl. Tirta Raya, Pojok, Nambangan Lor, Kec. Manguharjo, Madiun, Indonesia, 63161

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Probabilitas Perpindahan Moda Pengguna Sepeda Motor ke Kereta Commuter Surabaya Porong Ahmad Soimun; Hera Widyastuti
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v22i1.1599

Abstract

Kemacetan di Kota Surabaya semakin hari semakin meningkat dilihat dari volume lalu lintas harian rata rata pada Jalan Ahmad Yani yang dari Sidoarjo baik pada pagi dan malam hari. Hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat Sidoarjo dalam melakukan aktivitasnya menggunakan kendaraan sepeda motor. Salah satu jenis transportasi yang dapat dijadikan alternatif untuk membantu mengatasi permasalahan kebutuhan transportasi masyarakat Surabaya Sidoarjo adalah kereta. Salah satu angkutan penumpang untuk pergerakan commuter tersebut adalah kereta commuter Surabaya Porong. Kereta commuter Surabaya Porong saat ini sudah beroperasi tetapi pengguna kereta commuter masih cenderung sedikit dan terus berkurang. Untuk menyadarkan masyarakat perlu dilakukan penelitian dengan maksud menawarkan pengguna kendaraan sepeda motor untuk berpindah ke kereta commuter dalam melakukan aktivitas ke Surabaya atau sebaliknya. Penelitian dilakukan dengan wawancara/kuisoner kepada pengguna kendaraan sepeda motor dengan menggunakan teknik stated preference. Data primer kemudian diolah menggunakan analisis regresi logistik. Hasil probabilitas pengguna kendaraan sepeda motor yang bersedia berpindah dengan moda transportasi kereta commuter sangat dipengaruhi oleh karakteristik: jenis kelamin, pendapatan dan harga tiket kereta. Dalam penelitian juga mempertimbangkan faktor nilai willingness to pay dari responden. Dimana untuk harga tiket yang di tawarkan terdapat 2 skenario, yang pertama harga tetap Rp 5.000, dan harga naik Rp 6.000 dengan perbaikan fasilitas.