Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Kurikulum PAI di Pesantren Salafi Darut Tauhid III: Studi Wustha di Desa Jungkat Kabupaten Mempawah anassofyan; Hamidun
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pondok Pesantren Salafi Darut Tauhid III, khususnya pada Program Wustha di Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan pendekatan analisis kebutuhan, melibatkan guru, santri, dan masyarakat untuk memastikan kesesuaian dengan tuntutan zaman tanpa menghilangkan identitas pesantren. Kurikulum baru tetap mempertahankan kajian kitab kuning sebagai ciri khas pesantren salafi, namun juga mengintegrasikan metode pembelajaran interaktif serta materi kontekstual yang relevan dengan perkembangan sosial-keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum ini berdampak positif terhadap pemahaman santri, yang kini lebih luas dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Guru merasakan perubahan signifikan dalam metode pengajaran, dengan pendekatan diskusi dan pemecahan masalah yang lebih aktif. Santri juga lebih termotivasi dalam belajar karena suasana pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menarik. Namun, dalam proses implementasinya terdapat beberapa tantangan, seperti keterbatasan fasilitas teknologi dan adaptasi guru terhadap metode baru. Selain itu, resistensi terhadap perubahan dari sebagian pihak juga menjadi hambatan yang perlu diatasi. Meskipun demikian, secara umum kurikulum baru ini diterima dengan baik oleh masyarakat karena mampu menjaga tradisi pesantren sambil menjawab kebutuhan pendidikan modern. Dengan demikian, pengembangan kurikulum ini menjadi langkah strategis dalam membentuk santri yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman dengan wawasan yang lebih luas.