Adanya produk cacat sejumlah 4.124.785 kg pada produksi teh hitam. Produk cacat tersebut berdampak terhadap penambahan waktu proses produksi, untuk cacat pelayuan tidak rata penambahan waktu sebanyak 4.980 menit, penggilingan tidak sempurna penambahan waktu sebanyak 513,5 menit, dan pengeringan tidak rata penambahan waktu sebanyak 135,744 menit. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukanlah penelitian ini untuk mengurangi pemborosan waktu proses produksi pada produk teh hitam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan wawancara kepada dua orang informan yang merupakan Mandor Pengolahan dan Mandor QA di perusahaan tersebut. Penelitian ini menggunakan beberapa alat pengendalian kualitas Seven Tools (lembar pengecekan, histogram, diagram pareto, peta pengendali, diagram pencar, diagram stratifikasi dan diagram fishbone serta peta kendali atribut (P Chart). Beberapa upaya perbaikan menggunakan metode 5W+2H untuk faktor manusia, diperlukan pelatihan kepada karyawan, peningkatan pengawasan dan pemantauan selama proses produksi. Untuk faktor metode, perlu dikembangkan standar operasional yang jelas dan waktu proses yang tepat. Untuk faktor bahan baku melakukan proses analisa pucuk dan pengambilan benda lain selain pucuk teh seperti binatang yang hidup di tanaman ataupun batang pucuk tua. Untuk faktor mesin, perlu dilakukan perawatan rutin dan pembersihan secara berkala serta untuk faktor lingkungan, perlu diatur lingkungan penyimpanan yang sesuai. Dengan melakukan tindakan perbaikan yang direkomendasikan, diharapkan dapat mengurangi tingkat kecacatan pada produk teh hitam di PT. Perkebunan Nusantara I Regional 2 Unit Talun Santosa dan meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan.