Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Efisiensi Lini Produksi Perakitan Becak Listrik Menggunakan Metode DMAIC dan Ranked Positional Weight (RPW) Asep Setiawan; Abdul Rojak; Widya Retno Prasinta; Anwar Samsa
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7rek5w23

Abstract

This study aims to analyze the production line efficiency of electric pedicab assembly using the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) method combined with the Ranked Positional Weight (RPW) method. The electric pedicab assembly line experiences imbalance issues characterized by bottleneck conditions and high idle time at several workstations. The DMAIC method is used to systematically identify problems, measure performance, analyze root causes, implement improvements, and control the results. The RPW method is applied to balance the production line by distributing work elements to workstations based on positional weight and precedence constraints. The results show that the integration of DMAIC and RPW methods can reduce idle time, eliminate bottlenecks, and increase production line efficiency. This combination provides a more systematic and optimal solution compared to using a single method. The research contributes to filling the gap in previous studies that have not specifically combined DMAIC with RPW in the context of electric vehicle assembly.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Teh Hitam Dengan Metode Seven Tools Dan 5W+2H Di PT. Perkebunan Nusantara I Regional 2 Unit Talun Santosa Kabupaten Bandung, Jawa Barat Serlina Merliyani; Widya Retno Prasinta
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 7 No. 1 (2025): Manajemen : Jurnal Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/j0e6th62

Abstract

Adanya produk cacat sejumlah 4.124.785 kg pada produksi teh hitam. Produk cacat tersebut berdampak terhadap penambahan waktu proses produksi, untuk cacat pelayuan tidak rata penambahan waktu sebanyak 4.980 menit, penggilingan tidak sempurna penambahan waktu sebanyak 513,5 menit, dan pengeringan tidak rata penambahan waktu sebanyak 135,744 menit. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukanlah penelitian ini untuk mengurangi pemborosan waktu proses produksi pada produk teh hitam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan beberapa alat pengendalian kualitas Seven Tools (lembar pengecekan, histogram, diagram pareto, peta pengendali, diagram pencar, diagram stratifikasi dan diagram fishbone serta peta kendali atribut (P Chart). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecacatan yang paling banyak terjadi pada produk teh hitam di perusahaan adalah pada saat proses pelayuan. Faktor penyebab kecacatan meliputi pemetikan pucuk teh yang tidak seragam terdapat daun-daun teh yang tidak sesuai dengan kualifikasi, pekerja kurang disiplin atau kurang menerapkan SOP perusahaan, waktu pelayuan dan suhu pengeringan pada proses produksi teh hitam yang tidak konstan, mesin yang digunakan dibagian pengolahan masih dalam kondisi yang layak digunakan tetapi kondisi mesin sudah terbilang tua serta kurang perawatan sehingga dapat mengurangi kualitas dari teh yang dihasilkan